Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Gara-Gara Surat, Petani Padi Lembor Terancam Gagal Panen
NTT NEWS

Gara-Gara Surat, Petani Padi Lembor Terancam Gagal Panen

By Redaksi11 November 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, VoxNtt.com-Persoalan surat-menyurat dinilai menjadi pemicu keterlambatan distribusi obat penangkis hama di area sawah Lembor, Manggarai Barat yang menyebabkan produksi petani setempat terancam menurun.

“Persoalan surat menyurat membutuhkan waktu yang lama, sementara hama sudah menyebar ke sawah. Itu yang menyulitkan peraturan di Republik ini, lebih mengurus surat-menyurat ketimbang urus sawah yang diserah hama” ungkap Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pengelolah Air (P3A) Wongko Torok Lembor, Mikael Kaus, kepada Vox NTT, Rabu (10/11).

BACA: Diserang Hama, Produksi Padi Lembor Diprediksi Turun

“Saya sudah telepon Kadis Pertanian NTT,Pak anis, dia bilang obat milik provinsi di Lembor tidak boleh diambil sebelum ada surat resmi dari petani kepada pemerintah Propinsi NTT. Kata Pak anis, SOP-nya seperti itu,” tutur Kaus mengulang pernyataan Kadis Mabar.

Mikael Kaus berharap, Para petani secepatnya mendapat bantuan dari Pemerintah daerah untuk mengatasi masalah ini. Selain itu dia berharap  obat pengusir tikus seperti yang disediakan Pemprov NTT bisa diberikan kepada para petani secepatnya.

Menurut dia, jika terus dibiarkan produksi padi dari sawah Lembor akan mengalami penurunan dan berdampak pada ekonomi masyarakat.

“Kita harap pemerintah daerah mencari jalan keluar agar memberikan bantuan obat pengusir hama yang ampuh agar sawah lembor tidak diserang hama lagi. Obat yang ampuh milik pemerintah propinsi yang ada di Lembor ini juga harus secepatnya dibagikan kepada petani agar‎ petani secepatnya bergerak,” harap Kaus.

Sebelumnya diberitakan, memang ada obat pengusir hama wereng, hama pengerek batang dan hama tikus milik pemerintah Propinsi NTT, obat itu tidak bisa dimanfaatkan oleh petani di Lembor karena harus menyurat terlebih dahulu kepada pemerintah Propinsi NTT di Kupang. (Eyo/VoN)

Manggarai Barat
Previous ArticleDiserang Hama, Produksi Padi Lembor Diprediksi Turun
Next Article PMKRI Beberkan Kasus Korupsi yang Masih “Mangkrak” di Polres Manggarai dan Kejari Ruteng

Related Posts

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026

Kasus ODGJ di Manggarai Barat Naik Jadi 745 Orang, Dinkes Catat 35 Kasus Pemasungan

1 Agustus 2026
Terkini

Pemerintah Kecamatan Reok Barat Bantah Kontribusi ASN untuk HUT RI Merupakan Pungli

7 Agustus 2026

Progres Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi Capai 86 Persen, Ditargetkan Rampung Sebelum Musim Hujan

6 Agustus 2026

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.