Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Feature»Demi Misa Natal, Umat Stasi Mengge Rela Tidur di Kampung Tetangga
Feature

Demi Misa Natal, Umat Stasi Mengge Rela Tidur di Kampung Tetangga

By Redaksi27 Desember 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong,VoxNtt.com- Stasi Mengge adalah salah satu stasi di Paroki Weleng, Desa Golo Munga, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim).

Jarak dari stasi itu ke pusat paroki harus ditempuh dengan berjalan kaki selama 2 jam. Umat yang berdiam di stasi tersebut  rela menginap  semalam di kampung tetangga demi mengikuti misa Malam Natal dan hari Natal  dengan  damai  di Paroki Weleng.

“Kami nginap semalaman  di rumah keluarga di Kampung Weleng,  Desa Nampar Tabang  yang merupakan kampung pusat paroki ” ujar Mathias Kumi kepada VoxNtt.com (26/12)

Semua ini dilakukan umat karena besar kerinduan untuk mengikuti misa Ekaristi Natal yang dipimpin langsung pastor Paroki Weleng.

“Kami merindukan misa Ekaristi Natal  dipimpin langsung pastor Paroki” kata Mathias.

Ia mengaku tidur di kampung tetangga bukan  hanya  terjadi pada saat perayaan Natal  tetapi hari besar agama Katolik lainnya

“Natal, paskah, pentekosta dan hari besar lainya kami harus nginap di rumah warga kampung Weleng ” ungkapnya

Besar harapan umat stasi Mengge  agar keuskupan Ruteng  bisa menempatkan past0r pembantu di Paroki Weleng sehingga pada saat perayaan besar seperti ini mereka dapat merayakan ekaristi  di kampung sendiri tanpa harus nginap di kampung tetanggga

“Kami berharap keuskupan bisa perhatikan kerinduan kami agar pastur bisa membuat misa perayaan besar di stasi kami” imbuhnya.

Untuk diketahui, Paroki Weleng sampai dengan sekarang memiliki 9 stasi, beberapa stasi yang perlu ditempuh dengan waktu berjam-jam baru  bisa mencapai pusat paroki untuk mengikuti misa, salah satu yang paling jauh adalah stasi Mengge .(Rony Dale/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticlePos Penjagaan di Wae Naong Matim Mubazir
Next Article Rahim Pancasila

Related Posts

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Kejaksaan Manggarai Akui Dampingi Proyek Hotmix Rp14,4 Miliar di Matim, Dugaan Material Ilegal Akan Diteruskan

29 Juli 2026
Terkini

Pemerintah Kecamatan Reok Barat Bantah Kontribusi ASN untuk HUT RI Merupakan Pungli

7 Agustus 2026

Progres Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi Capai 86 Persen, Ditargetkan Rampung Sebelum Musim Hujan

6 Agustus 2026

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.