Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Akibat Longsor, Jalan Ruteng- Iteng Putus
HEADLINE

Akibat Longsor, Jalan Ruteng- Iteng Putus

By Redaksi2 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Longsor di Wae Mantar pada Jalan Ruteng-Iteng (Foto: Venan Jerahu)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNtt.com-Akses transportasi yang menghubungkan Ruteng, ibu kota kabupaten Manggarai menuju Iteng, ibu kota kecamatan Satarmese putus total akibat longsor, Senin (01/02/2017) malam.

“Jalur Ruteng-Iteng sudah putus sejak semalam pak. Kendaraan tidak bisa lewat,” kata Venan Jerahu seorang pengandara menghubungi VoxNtt.com, Selasa (2/2/2017) siang.

Venan mengaku, hujan lebat yang mengguyur sejak Senin pagi hingga malam hari menyebabkan longsor hebat terjadi di jalan milik provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu.

Longsor tersebut terjadi tepatnya di Wae Mantar, pertengahan jalan di hutan Negara Golo Lusang-Manggarai.

Tanah dan pohon tumbang bekas longsor bertumpuk penuh di badan jalan dari ketinggian sekitar puluhan meter, hingga menyebab akses menuju Manggarai bagian selatan itu terhambat.

Venan yang adalah warga kecamatan Satarmese itu mengatakan, lantaran tidak bisa melewati longsor yang cukup besar di Wae Mantar tersebut terpaksa para pengandara menempuh ruas jalan Papang-Ngkaer-Jaong-Cumbi menuju Ruteng.

Mengikuti ruas ini tentu saja membutuhkan waktu cukup lama karena lebih jauh. Apalagi kondisi jalan yang melewati kecamatan Ruteng itu tampak sempit. Jalan pun berliku-liku dan terpaksa memutar ke arah barat untuk bisa memasuki kota Ruteng.

Sementara sejumlah pengendara kendaraan roda dua yang tidak ingin mengikuti jalur Papang-Ngkaer-Jaong-Cumbi menuju Ruteng terpaksa harus membersihkan material longsor. Itu mereka lakukan secara manual, agar sepeda motor mereka masih tetap melewati titik longsor.

“Di Wae Mantar memang sering terjadi longsor pak kalau hujan,” katanya.

Venan berharap, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manggarai bersama instansi terkait lainnya segera membersihkan longsor di Wae Mantar agar lalulintas kembali normal.

Sebab, lanjut dia, ruas Ruteng-Iteng merupakan salah satu jalur vital bagi masyarakat Satarmese dan sekitarnya. (Ardy Abba/VoN).

Manggarai
Previous ArticleTurut Menyetujui Proyek Taman Kota, DPRD Sikka Inkonsisten?
Next Article Polres Mabar Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan di Manjerite

Related Posts

Pemerintah Kecamatan Reok Barat Bantah Kontribusi ASN untuk HUT RI Merupakan Pungli

7 Agustus 2026

Progres Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi Capai 86 Persen, Ditargetkan Rampung Sebelum Musim Hujan

6 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026
Terkini

Pemerintah Kecamatan Reok Barat Bantah Kontribusi ASN untuk HUT RI Merupakan Pungli

7 Agustus 2026

Progres Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi Capai 86 Persen, Ditargetkan Rampung Sebelum Musim Hujan

6 Agustus 2026

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.