Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Janjikan Rumah Bantuan, Kades Waling Pungut Uang Warga
HEADLINE

Janjikan Rumah Bantuan, Kades Waling Pungut Uang Warga

By Redaksi6 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNtt.com-Dijanjikan rumah bantuan, Kepala Desa Waling, Kecamatan Borong, Matim memungut uang dari warga. Pungutan tersebut dikenakan kepada orang yang mau mendapatkannya.

“Waktu itu dia bilang ada rumah bantuan. Katanya, siapa yang mau dapat harus kumpul uang 100 ribu ke dia. Kalau tidak kumpul ya, lewat saja”, kata warga berinisial MS kepada wartawan pada Minggu (5/3/201).

MS mengaku awalnya warga percaya dengan janji ini, sehingga tak pikir panjang mereka pun memberi uang yang diminta kades.

Tapi masalahnya muncul ketika sampai sekarang rumah bantuan yang dijanjikan itu tak kunjung tiba. Sudah tak dapat rumah, uang warga yang terkumpul di kades juga tidak dikembalikan.

“Kami itu kira-kira ada 118 KK. Sampai sekarang kami tunggu-tunggu itu belum datang. Apalagi kan kita kumpul tahun 2014. Sekarang ini 2017 tapi tidak ada”, tukas MS.

Ia mengaku kecewa dengan ulah kadesnya. Sebab itu, ia berharap Pemkab Matim segera mengambil sikap agar masalah ini selesai. Jika tidak, warga sendiri yang bertindak.

“Tolong orang di kabupaten panggil dia dan usut. Kalau tidak nanti kami urus sendiri saja”, imbuhnya.

Menanggapi tuduhan tersebut, Kades Waling Petrus Gat mengambang lalu bergegas mematikan ponselnya.

“Apa pak? Bagaimana?”, katanya kepada wartawan melalui telepon pada Minggu (5/3/2017).

Setelah percakapan diputus Gat, wartawan pun coba kembali menghubunginya tapi tidak bisa karena teleponnya di luar jangkauan. (Ano Parman/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticlePemda Ngada dan BNI Teken Kerjasama Kredit Bagi ASN
Next Article AR, Pelapor Kepsek SMUN 8 Disebut Timses Pilkades Waling

Related Posts

Isno Baco Ajak Warga Desa Pinggang Berpolitik “Riang Gembira” pada Pilkades 2026

2 Juni 2026

Maju Pilkades Loce, Wilibrodus Rian Usung Penguatan Pertanian hingga Wisata Budaya

1 Juni 2026

Teodorus Weke Gelar Ritus Adat dan Minta Restu Leluhur Jelang Pilkades Wae Mulu

28 Mei 2026
Terkini

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.