Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Bupati Djo: Penjabat Kades Menjadi Ujung Tombak Penyelenggaraan Pemerintah dan Pembangunan
VOX DESA

Bupati Djo: Penjabat Kades Menjadi Ujung Tombak Penyelenggaraan Pemerintah dan Pembangunan

By Redaksi6 Juli 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sebanyak empat penjabat Kepala Desa (Kades) dilantik Bupati Nagekeo Elias Djo di aula Patronat, Paroki Boawae, Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo, Kamis (6/7/2017)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Sebanyak empat penjabat Kepala Desa (Kades) dilantik Bupati Nagekeo Elias Djo di aula Patronat, Paroki Boawae, Kecamatan Boawae Kabupaten Nagekeo, Kamis (6/7/2017). Pelantikan tersebut mengisi jabatan Kades yang telah habis masa jabatannya.

Empat Penjabat Kades yang dilantik Bupati Nagekeo Elias Djo. Mereka ialah; Anselmus Lali Wona Penjabat Kades Kelewae, ‎Kriatina Azi Dhema Penjabat Kades Wea Au, dan Fransisiskus Sugi Sada Penjabat Kades Rigi, dan Vinsensius Gawe Penjabat Kades Solo.

Bupati Djo mengatakan pelantikan terebut merupakan perpanjangan tangan dari kepala daerah. Karena itu, dituntut kemampuan untuk menyerap aspirasi yang ada di masyarakat.

Kata Djo,‎ kebijakan yang diambil akan bermanfaat dan mendapat dukungan dari masyarakat.

Dia mengatakan dalam melaksanakan tugas-tugas pemerintah desa, Penjabat Kades juga tidak bisa terlepas dari dukungan BPD sebagai unsur pemerintahan desa.

Oleh karena itu, Bupati Nagekeo berharap‎ Penjabat Kades dan BPD dapat saling bersinergi. Membangun komunikasi yang harmonis dalam penyelenggaraan pemerintahan desa dan pembinaan kemasyarakatan.

“Saya minta Penjabat Kades dan BPD selalu bersama-sama dalam menjalankan tugasnya sebagai aparat desa. Jangan satu jalan lain, akibatnya pembangunan di desa jadi kaco balau semua,” kata Djo.

Menurut Bupati Djo Penjabat Kades merupakan ujung tombak penyelenggaraan dan pembangunan kemasyarakatan.

Sehingga diharapkan dapat berperan sebagai pemimpin yang bertanggungjawab dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam rangka program pengentasan kemiskinan.

“Jadi pemimpin Jangan sampai hanya duduk di kantor, tetapi harus turun ke lapangan, untuk memastikan kebutuhan masyarakat yang nyata itu apa,” tegas Elias Djo. (Arkadius Togo/VoN)‎

Nagekeo
Previous ArticleDPRD Matim: Hak Keuangan Aparat Desa Mbengan Tetap Dibayar
Next Article Pemdes Waling Diduga Palsukan Tanda Tangan Penerima Rastra

Related Posts

Nyawa Samsia Cora Diduga Direnggut Hoaks Terstruktur dan Berskala Masif

27 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

Pengungsi Gempa Nagekeo Keluhkan Kesenjangan Bantuan, Pemkab Diminta Evaluasi Penanganan

23 Agustus 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.