Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»TP4D Sikka Pantau Proyek Pembangunan Pelabuhan L. Say
NTT NEWS

TP4D Sikka Pantau Proyek Pembangunan Pelabuhan L. Say

By Redaksi4 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kajari Maumere, Azman Tanjung dan Kepala KSOP, J.B. Komanireng saat memantau proyek pembangunan di pelabuhan L. Say (Foto: Are de Peskim/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT– Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Sikka secara khusus memantau Proyek Pembangunan Fasilitas Pelabuhan Laut Laurentius Say Maumere.

Ketua TP4D Sikka sekaligus Kajari Maumere, Azman Tanjung turun langsung ke lokasi pembangunan, Selasa (31/10/2017) lalu.

Kepada VoxNtt.com, Azman Tanjung mengatakan pemantauannya tersebut bertujuan mengetahui perkembangan proyek senilai Rp 9.018.140.900.

Pasalnya TP4D berkewajiban mengawal apalagi dan permintaan khusus dari PPK untuk mengawal pada aspek yuridis.

“Kami khusus pada kegiatan yuridis dari proyek ini. Kalau mereka punya kendala pembebasan lahan kami bisa bantu begitu juga kalau terkait administrasi,” terangnya.

Menurutnya, sejauh ini proyek tersebut tidak bermasalah tidak memiliki kendala aspek yuridis.

Terkait teknis dan fisik ia menilai proyek tersebut hampir rampung.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), J.B. Komanireng mengatakan progres pembangunan sisi darat pelabuhan sudah mencapai 76 persen.

Beberapa bagian yang belum dikerjakan adalah pekerjaan-pekerjaan tambahan.

“Masih taman, penerangan, dan beberapa bagian kecil,” terangnya usai bersama Kajari Maumere, Azman Tanjung memantau lokasi proyek.

Proyek tersebut dikerjakan oleh PT. Adisti Indah dengan masa kerja 210 hari. Menurut J.B.Komanireng seharusnya masa kerja berakhir pada 22 Oktober lalu.

“Ini kita sudah berikan tambahan waktu sehingga harusnya bisa selesai pada November. Jika tidak akan dikenai denda,” terangnya.

Penulis: Are de Peskim
Editor: Adrianus Aba

Sikka
Previous ArticleWarga Aeramo Minta Pemkab Nagekeo Sediakan Air Minum Bersih
Next Article Peduli Anak Muda NTT, Adinda Leburaya: Kami Mencoba Sesuatu yang Beda

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.