Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Gedung Ambruk, Puluhan Siswa SDN Banoko TTU Ujian di Tenda Darurat
HEADLINE

Gedung Ambruk, Puluhan Siswa SDN Banoko TTU Ujian di Tenda Darurat

By Redaksi6 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ruang kelas SDN Banoko yang ambruk diterjang angin
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Puluhan siswa kelas II, IV dan V SDN Banoko, Desa Hauteas Barat, Kecamatan Biboki Utara, Kabupaten TTU terpaksa mengikuti ujian semester 1 di bawah tenda beratapkan terpal.

Pelaksanaan ujian yang dimulai sejak Senin, 4 Desember lalu itu di bawah tenda lantaran 3 ruangan kelas sekolah tersebut ambruk diterjang angin pada 30 November lalu. Ketiga ruangan tersebut memang bangunan darurat, bukan permanen.

Selain 3 ruangan darurat itu ambruk, pihak sekolah maupun Pemdes Hauteas Barat tidak memiliki ruangan yang cukup untuk menampung puluhan siswa tersebut.

“Masyarakat di bawah pimpinan langsung kepala desa sudah lakukan pembersihan lokasi dan tarik 3 buah terpal sehingga bisa kita gunakan untuk anak-anak ujian sejak hari Senin kemarin,”jelas Kepala SDN Banoko, Ventidius Anait saat dihubungi VoxNtt.com melalui telepon, Selasa(05/12/2017).

Anait menjelaskan, akibat musibah tersebut selain gedung sekolah, sejumlah bangku dan buku pelajaran juga ikut rusak.

Dia mengaku pasca musibah tersebut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) TTU memang sudah mengunjungi lokasi bencana.

Selain itu, pihaknya juga sudah melaporkan secara tertulis terkait bencana alam tersebut kepada dinas terkait. Namun sayangnya hingga kini belum mendapat respon yang positif.

“Jumlah bangku yang rusak lebih banyak daripada yang masih baik, jadi kebanyakan anak-anak saat ujian terpaksa harus berdiri karena tidak dapat bangku,” ungkapnya.

Anait berharap agar pihak terkait cepat merespon keadaan ini, sehingga siswa-siswi dapat kembali mengikuti proses belajar mengajar dengan rasa nyaman dan tenang.

 
Penulis: Eman Tabean
Editor: Adrianus Aba

TTU
Previous ArticleBK DPRD Manggarai Didesak Usut Kisruh Marsel Ahang
Next Article Pelanggan Setia Telkomsel di Bajawa dapat Hadiah Sepeda Motor Beat

Related Posts

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Pemerintah Kecamatan Reok Barat Bantah Kontribusi ASN untuk HUT RI Merupakan Pungli

7 Agustus 2026

Progres Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi Capai 86 Persen, Ditargetkan Rampung Sebelum Musim Hujan

6 Agustus 2026

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.