Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Jelang Natal, Disperindag TTU Ancam Cabut SITU/SIUP Pedagang “Nakal”
Ekbis

Jelang Natal, Disperindag TTU Ancam Cabut SITU/SIUP Pedagang “Nakal”

By Redaksi14 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kadis Perindag Kabupaten TTU,Maksimus M.Akoit (Foto: eman/voxntt)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Dinas Perindustrian dan Perdagangan(Disperindag) kabupaten TTU mengancam akan mencabut Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) dari pedagang “nakal” yang suka memainkan harga sembako jelang hari raya.

“Kita akan ambil sikap tegas, jika kedapatan bermain harga maka pertama-tama kita akan berikan berikan surat teguran sampai 2 kali dan kalau masih mau bermain harga terus maka SITU/SIUP akan kita cabut dan secara otomatis usahanya pun akan tutup” tegas Kepala dinas Perindag Kabupaten TTU, Maksimus M.Akoit saat diwawancarai VoxNtt.com di ruang kerjanya pada kamis (14/12/2017).

Selain itu, Akoit juga akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar rakyat serta akan mengeluarkan surat himbauan kepada seluruh pedagang.

Sebelumnya diberitakan, harga telur dan beras di Pasar Baru Kefamenanu, Kabupaten TTU melonjak drastis.

Pantaun VoxNtt.com di pasar tersebut pada kamis(14/12/2017), harga telur naik berkisar antara Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu per rak.

Selain telur, harga beras pun mengalami kenaikan antara Rp 500 hingga Rp 1000 per kilogram.

Nurdin, salah seorang pedagang pasar saat diwawancarai media ini mengungkapkan bahwa kenaikan harga telur tersebut sudah terjadi sejak 2 minggu lalu.

Menurutnya kenaikan harga tersebut terjadi lantaran ada kelangkaan bahan pokok tersebut.

“Telur sudah naik sejak 2 minggu lalu, ada kelangkaan dari distributor makanya harganya naik begini” jelasnya.

Penulis: Eman Tabean

Editor: Irvan K

TTU
Previous ArticleJelang Natal, Harga Telur di Pasar Baru Kefamenanu Melonjak Drastis
Next Article 42 THL di Dinkes Matim Sudah Diakomodir

Related Posts

Organisasi Sipil Berperan Penting Dukung Investasi Hijau

3 Agustus 2026

Usut Dugaan Intimidasi Dokter Icha, Polres TTU Diminta Bergerak Cepat dan Transparan

28 Juni 2026

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026
Terkini

Pemerintah Kecamatan Reok Barat Bantah Kontribusi ASN untuk HUT RI Merupakan Pungli

7 Agustus 2026

Progres Jalan Nasional Ruteng-Reo-Kedindi Capai 86 Persen, Ditargetkan Rampung Sebelum Musim Hujan

6 Agustus 2026

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.