Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Meski Jarang Masuk Sekolah, Guru Komite di SMPN 5 Poco Ranaka Tetap Terima Gaji Bosda
VOX GURU

Meski Jarang Masuk Sekolah, Guru Komite di SMPN 5 Poco Ranaka Tetap Terima Gaji Bosda

By Redaksi18 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Dua orang oknum guru komite di SMPN 5 Poco Ranaka tepatnya di Kampung Wohang,  Desa Benteng Rampas, Kecamatan Poco Ranaka Timur dikabarkan jarang ke sekolah.

Namun, keduanya tetap menerima honor bos daerah (Bosda) yang bersumber dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Timur (PK Matim).

“Mereka hanya tiga kali dalam enam bulan ke sekolah. Bahkan kalau mau terima gaji pergi mengajar,” demikian kata masyarakat setempat kepada VoxNtt melalui telepon, Senin (18/12/2017) petang.

Sumber yang enggan namanya dimediakan itu menambahkan dua oknum guru tersebut adalah anak dan menantu dari Kepala Sekolah SMPN 5 Poco Ranaka, Petrus Damar.

Keduanya  oknum guru  tersebut berinisial KN dan SHA.

“Keduanya diatur untuk mengajar mata pelajaran  Agama dan Bahasa Inggris. Akibatnya ada guru yang dikorbankan karena harus ganti jam mengajarnya,” tukas sumber itu.

Sebagai masyarakat, dirinya mempertanyakan soal kebijakan itu. Tugas dan kewajiban guru adalah mengajar dan haknya mendapatkan upah.

Namun, di SMPN 5 Poco Ranaka antara tugas dan kewajiban tidak jalan seimbang.

“Ko mengajar 2 sampai 3 kali dalam 6 bulan masih terima honor Bosda. Ini kan aneh,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala sekolah  SMPN 5 Poco Ranaka,  Petrus  Namar kepada VoxNtt melalui telepon selulernya membantah informasi  yang  disampaikan masyarakat itu.

Dia menuturkan, terkait  masuknya  dua orang guru  yang adalah anak dan menantunya tersebut  merupakan kebijakan  yang telah disepakati bersama komite sekolah.

“Komite sekolah ini masih cukup kuat untuk  membiayai guru  komite,  makanya kita menambah dua guru itu. Sejauh ini tidak ada yang dikorbankan. Jam mengajar sudah diatur,” tutur Petrus.

Ia enggan berkomentar soal dua orang guru di sekolahnya yang jarang ke sekolah tetapi tetap terima Bosda.

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleTahun 2017, Korban Lakalantas di Ngada dan Nagekeo Meningkat
Next Article Waspadai Stunting pada Anak Kita!

Related Posts

Hampir Sebulan Jebol, Crosway Wae Musur Hilir Belum Ditangani Pemkab Manggarai Timur

12 Juni 2026

Kasus Dugaan Korupsi Eks Kadis DP3AKB Manggarai Timur Didorong Masuk Ranah Hukum

23 Mei 2026

Warga Rana Mese Titip Harapan Jembatan Permanen di Wae Musur kepada DPRD Matim

22 Mei 2026
Terkini

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.