Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Jelang Pergantian Tahun, Pedagang Terompet dan Petasan Menjamur di Kota Ende
Regional NTT

Jelang Pergantian Tahun, Pedagang Terompet dan Petasan Menjamur di Kota Ende

By Redaksi28 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para penjual terompet dan petasan sedang menjajaki barang dagangannya di emperan pertokoan di Ende (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Menjelang pergantian tahun, pedagang terompet dan petasan di Kota Ende, Kabupaten Ende, NTT mulai menjamur di sejumlah titik. Pedagang musiman ini berasal dari Ende dan dari luar kota.

Pantauan VoxNtt.com sepekan terakhir, pedagang terompet, petasan dan kembang api menyebar di dalam kota Ende. Mulai dari jalan Gatot Subroto, Jalan Kelimutu, Pasar Potulando, Pasar Mbongawani hingga di emperan toko.

Tiga jenis alat hiburan yang sedang tren ini memang mulai dipasarkan sejak sebelum Natal. Para penjual menggelar lapak seadanya untuk menjajakan barang dagangannya.

Fahri (32), seorang pedagang asal Jawa Barat menyatakan harga terompet yang dijual sesuai dengan jenis dan ukuran. Mulai harga Rp 5 ribu hingga Rp 20 ribu.

“Saya sering jualan di sini. Ya, keuntungan untuk biaya hidup,” ujar Fahri ditemui di kompleks pertokoan, Kamis pagi.

Sebelah lapak Fahri, pedagang asal Ende Faizal (41) menggelar lapak serupa. Berbeda dengan Fahri yang khusus menjual terompet, lapak Faizal lebih banyak menjual kembang api dan petasan.

Berbagai jenis kembang api dipasarkan disana. Harga pun berbeda sesuai dengan jenis.

“Kalau petasan sih juga harga variasi. Tergantung ukuran yang mana,” kata Faizal yang sedang menata barang dagangannya.

Ia menjelaskan, saat ini pasaran kembang api dan petasan bersaing dengan pedagang yang berasal dari luar Ende. Berbeda pada tahun-tahun sebelumnya yang mendapatkan keuntungan secara signifikan.

“Banyak bersaing, jadi harus benar-benar tabah. Ya, (keuntungan) berkurang karena penjual sudah banyak,” ucap Faizal.

 
Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba

Ende
Previous ArticleTahun 2018, Pemda TTU Defisit Rp 79 Miliar
Next Article Romo Yoris Ajak Kaum Muda Jaga Perdamaian di Perbatasan

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026
Terkini

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Rakerprov KONI NTT Matangkan Persiapan PON 2028

18 Juli 2026

Bersama Senja: Antologi Puisi Cantikan Christiany Dapa

18 Juli 2026

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.