Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Sudah 4 Tahun, SMAN 6 Poco Ranaka Masih Pakai Gedung Darurat
HEADLINE

Sudah 4 Tahun, SMAN 6 Poco Ranaka Masih Pakai Gedung Darurat

By Redaksi29 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ruangan kelas darurat di SMAN 6 Poco Ranaka (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Meski telah resmi didirikan empat tahun lalu, SMAN 6 Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) belum memiliki gedung permanen.

Sekolah yang berlokasi di Lonto Ulu, Desa Golo Wune, Kecamatan Poco Ranaka itu masih menggunakan gedung darurat untuk proses belajar mengajar.

Terdapat tiga ruangan kelas masih berdindingkan anyaman bambu dan berlantai tanah. Gedung darurat itu dibangun atas inisiatif masyarakat dan pihak sekolah di tahun 2015 yang lalu.

Ketua Komite SMAN 6 Poco Ranaka, Bene Ton membenarkan kondisi tiga ruangan kelas di sekolah itu masih sangat darurat.

Di dalam ruangan juga serba terbatas. Hanya ada kursi, meja dan papan tulis sebagai fasilitas belajar siswa.

Kondisi ini tentu saja berbanding terbalik dengan ruangan kelas di berbagai sekolah yang alat pembelajarannya serba lengkap.

Tak hanya soal gedung yang darurat, Bene mengaku SMAN 6 Poco Ranaka hingga kini juga belum memiliki ruangan laboratorium.

“Komputer juga belum ada. Padahal, di era modern ini anak-anak sangat dituntut untuk menguasai teknologi. Sehingga nanti setelah tamat, anak-anak bisa bersaing dan bekerja,” ungkap Bene kepada VoxNtt.com, Rabu (27/12/2017).

Atas kondisi itu, dia pun berharap kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT agar segera memperhatikan kondisi sekolah tersebut.

Tak hanya itu, di SMAN 6 Poco Ranaka juga belum memiliki toilet permanen. Untuk WC terpaksa lembaga membuat toilet sederhana yang dindingnya terbuat dari bambu dan berlantai tanah. Lalu closetnya menggunakan belahan bambu.

Saat berbincang-bincang dengan VoxNtt.com, Bene juga menyampaikan hingga kini jumlah siswa di SMAN 6 Poco Ranaka berjumlah sekitar 150 orang. Dari total tersebut, pihak sekolah membagikannya ke dalam empat rombongan belajar.

Senada dengan Bene, tokoh masyarakat Lonto Ulu, Yohanes Lan berharap kepada Pemprov NTT untuk memperhatikan kondisi gedung SMAN 6 Poco Ranaka itu.

“Kasian anak-anak dan guru kalau hujan. Ruang kelas dipenuhi air. Jadinya kan kegiatan belajar terganggu. Mohon ini diperhatikan. Mutu pendidikan sangat bergantung pada sarana dan prasarana yang menunjang proses pendidikan itu. Salah satunya gedung yang baik. Jika gedung baik, anak-anak juga pasti betah untuk belajar,” ungkap Yohanes.

 
Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticlePilih Pengganti Rafael Raga, Golkar Sikka Gelar Musdalub
Next Article Ini Penjelasan Melki Laka Lena Terkait Pemberhentian Ketua Golkar Sikka

Related Posts

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

PDI Perjuangan Tak Hanya Salurkan Logistik, Perhatian Kesehatan Korban Bencana Jadi Prioritas

19 Agustus 2026

PDI Perjuangan Manggarai Timur Dirikan 22 Dapur Umum untuk Korban Gempa Flores

18 Agustus 2026
Terkini

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

Kisah Sepuluh Warga Selamat Sebelum Rumah Roboh saat Gempa Mengguncang Manggarai

1 September 2026

Penanganan Masih Jauh dari Ideal, Pemerintah Diminta Perpanjang Masa Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores

1 September 2026

Kapolda NTT Tinjau Rusun Polres Manggarai Barat yang Rusak akibat Gempa

28 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.