Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Stok Kurang, Harga Ayam di Pasar Ruteng Melambung
Ekbis

Stok Kurang, Harga Ayam di Pasar Ruteng Melambung

By Redaksi6 Januari 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT– Harga ayam pedaging di Pasar Ruteng, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai melambung.

Ayam berukuran sedang yang sebelumnya berharga Rp.30 ribu per ekor, kini melambung hingga Rp.55 ribu. Sedangkan, ayam berukuran besar yang sebelumnya berharga Rp. 50 ribu per ekor, kini melambung hingga Rp.90 ribu.

Ican, seorang pedagang ayam di Pasar Ruteng menjelaskan kenaikan tersebut mulai terjadi menjelang Natal 2017 lalu.

“Naiknya sebelum Natal,” katanya saat ditemui di stannya di Kompleks Pasar Ruteng, Jumat (5/1/2018).

Kenaikan harga tersebut, kata Ican, dipicu oleh sedikitnya ketersedian stok ayam di Pasar Ruteng.

“Ini pengaruh tinggal sedikit saja,” ujarnya.

Kondisi demikian dikeluhkan Fina, seorang pembeli ayam. Saat ditemui di jejeran stan penjualan ayam Pasar Ruteng, Jumat (5/1/2018) dia mengaku kaget dengan kenaikan harga tersebut.

“Dari dulu tidak sampai begini naiknya, makanya tadi saya kaget,” tutur Fina.

Sebab itu, dia meminta instansi pemerintah terkait segera mengambil langkah agar harga ayam di Pasar Ruteng kembali normal.

“Kalau tidak, banyak orang yang jadi korban dengan kenaikan harga ini,” tukasnya.

Kontributor: Ano Parman
Editor: Irvan K

Manggarai
Previous ArticleDimutasi ke Polda NTT, Kapolres Marselis: Justru Itu Lebih Bagus
Next Article Raja Erizman Kini Jadi Kapolda NTT, Meski Pernah Terseret Kasus Gayus

Related Posts

Kebijakan “Ambil Dulu, Bayar Kemudian” Gubernur NTT Direalisasikan di Golo Mendo

26 Agustus 2026

Sheline Lana Tanggung Biaya Sekolah Anak di Wae Ri’i yang Orangtuanya Meninggal Akibat Gempa

26 Agustus 2026

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026
Terkini

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

Kisah Sepuluh Warga Selamat Sebelum Rumah Roboh saat Gempa Mengguncang Manggarai

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.