Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Dinilai Korup, Orangtua Murid Tolak Kehadiran Mantan Kepala SDI Wae Paci
VOX GURU

Dinilai Korup, Orangtua Murid Tolak Kehadiran Mantan Kepala SDI Wae Paci

By Redaksi8 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Saat orangtua siswa SDI Wae Paci di Kantor Dinas PK Matim (Foto: Nansianus Taris/VoN)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Mantan kepala sekolah Dasar Inpres (SDI) Wae Paci Kecamatan Lamba Leda, Mateus Nabu dikabarkan kembali mengajar di sekolah itu.

Kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) Matim itu ditolak orangtua murid.

Penolakan itu lantaran Mantan Kepsek Mateus masih tersangkut persoalan dugaan Pungli dan penggelapan Dana Bantuan PIP di SDI Wae Paci.

Koordinator orangtua murid SDI Wae Paci, Beni Djau kepada VoxNtt.com melalui telepon, Senin (08/01/2018), mengatakan mantan Kepsek SDI Wae Paci, Mateus Nabu kembali mendatangi sekolah untuk mengajar.

Kata dia, melihat kehadiran Mateus, pihak orangtua murid tidak menerima dan langsung ke sekolah.

“Kami langsung minta sekolah diberhentikan sementara. Kami tidak terima manusia itu hadir kembali di sekolah ini,” tegas Beni.

Kata Beni, persoalan dana Pungli dan PIP di Wae Paci masih belum tuntas.

“Ada apa ini? Ko dinas permainkan kami masyarakat. Kami tidak terima sebelum tuntutan kami direalisasi. Dana PIP yang diduga ia gelapkan harus dikembalikan,” ujar Beni.

Dia menambahkan, pihak orangtua murid akan terus bersih keras untuk menolak kehadiran Markus di sekolah itu.

“Kami tidak mau terima pemimpin yang bermental korup seperti dia,” katanya.

“Jika dinas tetap mengeluarkan SK Mateus Nabu untuk mengajar di sini, kami siap melawan kebijakan itu. Jika ada sesuatu yang tidak diinginkan di sini, apakah dinas siap bertanggung jawab,” tanya Beni.

Oleh karena itu, dia mendesak Dinas PK dan BKD Matim untuk tidak mengeluarkan SK Mateus Nabu dari SDI Wae Paci.

“Jika itu tidak direspon baik, kami akan serbu dinas. Semua orang tua murid akan turun ke dinas,” tutup Beni.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticlePengacara Ahok Benarkan Ada Gugatan Cerai Kepada Veronica Tan
Next Article Harmoni Daftar di KPU NTT, Ratusan Kendaraan Ramaikan Kota Ruteng

Related Posts

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026
Terkini

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Rakerprov KONI NTT Matangkan Persiapan PON 2028

18 Juli 2026

Bersama Senja: Antologi Puisi Cantikan Christiany Dapa

18 Juli 2026

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.