Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»13 Warga Aeramo Diduga Digigit Anjing Rabies
KESEHATAN

13 Warga Aeramo Diduga Digigit Anjing Rabies

By Redaksi17 Januari 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Puskesmas Danga, Klaudia Pau
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Sebanyak 13 ‎orang warga Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo diduga digigit anjing rabies pada Selasa, 16 Januari 2018 malam.

Kendati tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, namun terdapat luka robek pada kaki dan belakang punggung ke-13 korban.

“Satu ekor anjing diduga anjing rabies secara berentetan mengigit 13 orang warga Aeramo tadi malam,” ujar Kepala Puskesmas Danga, Klaudia Pau yang ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Rabu (17/01/2018).

Dia mengatakan, ke-13 pasien warga yang diduga digigit anjing rabies tersebut diketahui setelah Selasa malam dirawat di Puskesmas Danga.

“13 pasien gigitan anjing sudah berikan pengobatan dan mereka sudah pulang ke rumahnya masing-masing,” kata Klaudia.

Menurut Klaudia anjing yang diduga rabies itu telah mati dipukul warga. Sementara kepalanya sedang dilakukan pemeriksaan di Dinas Peternakan Nagekeo.

Baca: Kasus Gigitan Anjing di Nagekeo Meningkat

Atas insiden tersebut, Klaudia pun mengimbau kepada masyarakat Nagekeo agar apabila digigit anjing, uapaya pertolongan pertama kali yakni mencuci luka gigitan itu dengan deterjen.
Mencuci luka gigitan harus di air yang mengalir dan setelahnya baru dibawa ke puskesmas.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticleHL, ODGJ Asal Borong Akhirnya Dirawat
Next Article Tiga Paslon di Sikka Lolos Tes Kesehatan

Related Posts

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Bejo MY Sampaikan Hak Jawab, Bantah Lakukan Penganiayaan terhadap Nelayan

1 Agustus 2026

Diduga Aniaya Nelayan, Oknum Wartawan dan Seorang Waria di Nagekeo Dipolisikan

30 Juli 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.