Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Warga Raja Ola Boawae Minta Mekarkan Desa
VOX DESA

Warga Raja Ola Boawae Minta Mekarkan Desa

By Redaksi30 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Beberapa tokoh dari Raja Ola menyerahkan dokumen pemekaran dan pembentukan Desa Raja Ola ke Bupati Nagekeo Elias Djo
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Ratusan warga Desa Raja Ola, Kecamatan Boawae mendatangi Kantor Bupati setempat Senin (29/01/2018).

Warga datang meminta dukungan Bupati Nagekeo Elias Djo untuk memekarkan Desa Raja Ola.

“Kedatangan kami untuk meminta dukungan bupati terhadap pemekaran dan pembentuk Desa Ola dari Desa Raja,” kata Ketua Forum Pemekaran dan pembentukan Desa Raja Ola, Yohanes Pita.

Dia menjelaskan, pembentukan Desa Raja Ola telah disepakati oleh masyarakat desa induk yakni Desa Raja.

“Terkait pemekaran desa kita sudah sepakat. Karena kami di Desa Raja sudah terlalu padat penduduk yakni saat ini sudah mencapai 2.998 jiwa. Kalau kita mekar di desa Raja Ola sebanyak 1.220 jiwa artinya telah melampui target sesuai aturan pemekaran desa,” ujarnya.

Menurutnya di Desa Raja Ola memiliki potensi pariwisata. Salah satunya adalah tempat arena tinju adat.

Bupati Nagekeo, Elias Djo menerima aspirasi dari warga Desa Raja Ola tersebut.

Namun dirinya meminta forum tersebut agar memenuhi syarat-syarat yang ditentukan sesuai UU berlaku.

Prinsip sederhana kata Bupati Djo, pemekaran desa adalah bagian dari pendekatan pelayanan kepada masyarakat.

Pemekaran juga menjadi cara mempercepat pemberantasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu mengingat desa hari ini adalah sumber dan tujuan pembangunan Nagekeo.

Dia menambahkan proses pemekaran desa, harus menjaga kedamaian di desa itu sendiri.

“Jangan sampai setelah pulang dari sini ada pihak-pihak terkait untuk melarang lagi.‎ Lokasi kebun desa harus disiapkan. Jangan lagi kamu buat proposal minta beli tanah di pemda untuk bangun kantor desa. Itu tidak akan saya setuju. Dan itu harus siap tanah untuk kantor desa dan kebun desa. Dan harus koordinasi perbatasan dengan desa-desa lain dan dituang di dalam berita acara,” tegas Bupati Elias Djo.

‎

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticleDiduga Sakit Jiwa, Seorang Ayah di Ende Bunuh Anaknya
Next Article Puluhan Rumah di Wolowaru Ende Ambruk Diterjang Angin

Related Posts

Nyawa Samsia Cora Diduga Direnggut Hoaks Terstruktur dan Berskala Masif

27 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

Pengungsi Gempa Nagekeo Keluhkan Kesenjangan Bantuan, Pemkab Diminta Evaluasi Penanganan

23 Agustus 2026
Terkini

RSUD Borong Klaim Ibu Hamil Minta Maaf ke Nakes, Suami: Itu Omong Kosong

3 September 2026

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.