Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Kapal Angkut Ternak Tujuan Marapokot-Jeneponto Hilang Kontak
NTT NEWS

Kapal Angkut Ternak Tujuan Marapokot-Jeneponto Hilang Kontak

By Redaksi2 September 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Petugas pelaksanaan harian Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) / syahbandar Marapokot, Marselinus Tajong
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Kapal Layar Motor (KLM) Wahyu Ilahi 02 GT 66 kapal pengangkut hewan tujuan Marapokot ke Jeneponto hilang kontak. KLM Wahyu itu dinakodai Suardi.

Petugas Pelaksanaan Harian Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP)/syahbandar Marapokot, Marselinus Tajong mengatakan, KLM Wahyu Ilahi 02 GT 66 berangkat dari pelabuhan pada Jumat, 30 Agustus 2018 sekitar pukul 12.30 Wita.

Namun hingga Sabtu, 01 September 2018, belum diketahui keberadaannya karena hilang kontak.

“Awal kita dapat informasi dari Kantor Basernas Maumere. Kantor basernas tahu bahwa hilang kontak berdasarkan informasi dari keluarga Anak Buah Kapal (ABK) dan para pengantar hewan yang berada di Jeneponto,” kata Marsel saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya, Sabtu sore (01/09/2018).

Marsel menjelaskan, saat KLM Wahyu Ilahi 02 GT 66 keluar dari Pelabuhan Marapokot pada Jumat, 30 Agustus 2018, pukul 12.30 Wita, mengangkut 175 ternak, 8 orang ABK dan 9 orang pengantar ternak.

“Dengan rincinan kerbau 10 ekor, sapi 80 ekor, kuda 10 ekor dan kambing 75 ekor,” ungkapnya.

Sementara 8 orang ABK, masing-masing, Suardi sebagai nakoda, Irsan, Riang, Anto daen Ngayu, Hendra, Heri dan Hidayat.

Sedangkan pengantar hewan sebanyak 9 orang, masing-masing, Cici (24), Gesong (22), Mila (19), Parawia (45), Baha (43), Hasni (30), Ruslan (27) dan Sangkala (30).

Pihak Marsel saat ini sedang berupaya bersama tim gabungan yakni angkatan laut Marapokot, KP3 Marapokot dan rekan-rekan asal Jeneponto melakukan penelusuran daerah pelayaran kapal yang hilang.

“Hari ini satu tim gabungan sedang melakukan pencarian dan saat ini juga belum ada tanda-tanda kapal itu ditemukan,” kata Marsel.

 

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Nagekeo
Previous ArticleDendang Rensi Ambang
Next Article Ad Multos Annos

Related Posts

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Wilayah Kepulauan MBD dan Kepulauan Alor Berpotensi Jadi Provinsi Sendiri

12 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.