Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Cegah Penyalahgunaan Dana Desa, BPKP Gelar Workshop Aplikasi Siskeudes
VOX DESA

Cegah Penyalahgunaan Dana Desa, BPKP Gelar Workshop Aplikasi Siskeudes

By Redaksi1 November 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para narasumber kegiatan Workshop Evaluasi Implementasi Sistem Tata Kelola Keuangan Desa Dengan Aplikasi Siskeudes di Aula Multi Event Hall Keuskupan Larantuka. (Foto: Sutomo Hurint/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Larantuka, Vox NTT- Dalam rangkamengawasi penggunaan dana desa, Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Nusa Tenggara Tmur menggelar Workshop Evaluasi Implementasi Sistem Tata Kelola Keuangan Desa Dengan Aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) terhadap aparatur desa se-Kabupaten Flores Timur di Aula Multi Event Hall Keuskupan Larantuka, Senin (29/10/2018).

Kegiatan workshop yang dihadiri oleh 229 kepala dan sekretaris desa di Flores Timur tersebut menghadirkan empat narasumber.

Keempatnya antara lain; Hasoloan Manulu Kepala Perwakilan BPKP NTT, Adi Gemawan Direktur Pengawasan Penyelenggara Keuangan Daerah BPKP Pusat, Nurendro Hadikusumo hadir mewakili kepala BPK RI, dan Komisaris Besar Polisi Sofyan Tanjung Kabid Keuangan Polda NTT.

Hasoloan Manulu dalam jumpa persnya seusai kegiatan workshop, mengatakan aplikasi Siskeudes ini sebagai alat pengawasan internal Kementerian Desa terhadap seluruh pemerintah desa di Indonesia dalam pengelolaan keuangan dan dana desa.

Selain sebagai alat pengawasan dana desa Hasoloan menuturkan hadirnya aplikasi Siskeudes ini untuk menciptakan kemasyarakatan yang baik terhadap desa sesuai karakter desa.

“Melalui aplikasi Siskeudes ini, kita bisa langsung mengetahui bentuk penyimpangan dana desa yang terjadi. Misalnya penggunaan dana desa tidak sesuai prioritas, prosentase tenaga kerjanya kurang. Walaupun ini bukan suatu kesalahan. Tapi melalui sistem ini Kementrian Desa dapat melakukan pengawasan agar dana desa dapat dimanfaatkan sesuai karakter dan kebutuhan masyarakat dalam rangka terciptanya kemasyarakatan yang baik,” tutur Hasoloan.

Sementara itu, Kombespol Sofyan Tanjung menuturkan, saat ini beberapa desa di NTT yang terindikasi melakukan pelanggaran penggunaan dana desa. Dugaan indikasi ini tengah diselidiki oleh pihak Kepolisian.

“Sudah ada beberapa desa di NTT yang diduga terindikasi melakukan pelanggagran. Dugaan ini tengah kami selidiki. Jika terbukti melakukan pelanggaran maka akan diproses sesuai dengan UU yang berlaku,” tegas Sofyan.

Antonius Hubertus G. Hadjon, Bupati Flores Timur kepada media usai membuka Workshop mengatakan, masuknya dana desa tidak boleh membuat desa meningggalkan akar budayanya.

Sebab desa tidak akan berdiri tegak jika tidak pada fondasi yang kuat pada budaya.

“Masuknya dana desa akan sangat berdampak pada perubahan yang terjadi di desa. Dampak dari perubahan itu, desa tidak boleh meninggalkan asas dasarnya. Dasarnya adalah budaya setempat. Desa akan menjadi kuat jika berakar pada budaya,” kata Anton.

Anton berharap, evaluasi implementasi sistem pengelolaan keuangan desa dengan aplikasi Siskeudes dapat memotivasi, sekaligus memberi pendampingan kepada para kepala desa dan aparaturnya dapat merencanakan dan menggunakan dana desa tepat pada sasarannya.

 

Penulis: Sutomo Hurint
Editor: Ardy Abba

dana desa Flores Timur
Previous ArticlePeserta CPNS di Manggarai Mengamuk dan Patahkan Kursi
Next Article Tunggak Bayar, PLN Putuskan Jaringan di Kantor Bupati TTS

Related Posts

Isno Baco Ajak Warga Desa Pinggang Berpolitik “Riang Gembira” pada Pilkades 2026

2 Juni 2026

Maju Pilkades Loce, Wilibrodus Rian Usung Penguatan Pertanian hingga Wisata Budaya

1 Juni 2026

Teodorus Weke Gelar Ritus Adat dan Minta Restu Leluhur Jelang Pilkades Wae Mulu

28 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.