Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Dalam SPDP, Status Kades Sono TTS Sudah Tersangka
HUKUM DAN KEAMANAN

Dalam SPDP, Status Kades Sono TTS Sudah Tersangka

By Redaksi7 November 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kasie Pidum Kejari TTS, Santy Efraim, SH. (Foto: Paul).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT- Penyidikan kasus pemalsuan tanda tangan yang diduga dilakukan Kepala Desa Sono, Kecamatan Amanatun Utara Kabupaten TTS, EB, telah memasuki babak baru.

Penyidik Polres TTS telah mengirim Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejakaaan Negeri TTS.

Menariknya, pada SPDP yang diterima pihak Kejaksaan telah mencantumkan status Kades EB sebagai tersangka.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasie Pidum) Kejari TTS, Santy Efraim, SH yang temui di ruang kerjanya, Rabu (7/11/2018) mengaku, sudah menerima SPDP dengan tersangka Kades Sono, EB sejak tanggal 30 Oktober 2018.

Baca Juga:

  • Diduga Palsukan Tanda Tangan Bendahara, Kades Sono Cairkan Dana Desa ke Rekening Pribadi
  • Diduga Terima Aliran Dana Desa, Istri dan Anak Kades Ikut Diperiksa Polisi

“SPDP sudah kita terima tanggal 30 Oktober dengan tersangka EB,” kata Santy.

Menurut Santy, SPDP tersebut sudah diteruskan ke salah seorang Jaksa yang nantinya akan menjadi JPU. “Sudah ada teman Jaksa yang menanganinya,” lanjut Santy.

Mengenai pasal yang diterapkan berdasarkan SPDP tambah Jaksa Santy, adalah Pasal 263 KUHP.

Untuk diketahui, Bendahara Desa Sono Otnial Tampani melaporkan Kepala Desa Sono, EB ke Polres TTS dengan dugaan pemalsuan tanda tangan pada slip penyetoran uang ke rekening pribadi sang Kades EB, sebesar Rp. 52 juta lebih, ke rekening YB yang merupakan istri EB Rp. 50 juta dan ke rekening YOB, anak kandung Kades EB sebesar Rp. 25 juta.

Dalam kasus tersebut, penyidik Polres TTS telah memeriksa sejumlah saksi termasuk istri dan anak Kades EB. Kini, penyidik sedang mengagendakan pemeriksaan terhadap pihak Bank NTT, Capem Oe’ekam dan Kades Sono, EB sebagai terlapor.

Penulis: Paul R

Editor: Boni J

dana desa Kades Sono Korupsi NTT TTS
Previous ArticleTerkait PLTMH, Inspektorat Matim Sudah Panggil Kades Paan Waru
Next Article Cegah HIV/AIDS, Wagub NTT Minta KPA Bekerja Lebih Cepat

Related Posts

Kejari Manggarai Pastikan Kasus Eks Kadis DP3AKB Diproses Sesuai Prosedur

3 Agustus 2026

Bejo MY Sampaikan Hak Jawab, Bantah Lakukan Penganiayaan terhadap Nelayan

1 Agustus 2026

Diduga Aniaya Nelayan, Oknum Wartawan dan Seorang Waria di Nagekeo Dipolisikan

30 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.