Papan nama Proyek 11 ruas jalan dalam kota Kefamenanu yang dikerjakan PT Gabrieel Gabryela Jaya, dipasang di samping SMAN 1 Kefamenanu (Foto: Eman Taben/Vox NTT)

Kefamenanu, Vox NTT-Pengerjaan proyek 11  ruas jalan dalam kota Kefamenanu Kabupaten TTU  senilai Rp 8,9 miliar saat ini baru mencapai 20,97 persen.

Pengerjaan jalan tersebut dikerjakan oleh PT Gabrieel Gabryela Jaya. Anggarannya berasal dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PRKPP) Kabupaten TTU tahun 2018.

Progres pekerjaannya dikabarkan mengalami pengurangan 6 persen dari perencanaan. Dalam perencanaan ditetapkan 27 persen. Sementara saat ini baru mencapai 20,97 persen.

“Itu hari minus 8 persen tapi sampai kemarin itu sisa minus 6 persen, progres rencana kan 27 persen tapi capaian di lapangan itu 20,97 persen,” ujar Plt. Kadis PRKPP Kabupaten TTU, Antonius Kapitan saat diwawancarai VoxNtt.com melalui telepon, Rabu (07/11/2018).

Antonius menjelaskan, saat ini untuk bangunan pelengkap sudah selesai dikerjakan. Pekerjaan selanjutnya akan dilakukan penghamparan agregat A untuk seterusnya dilakukan hotmix untuk 11 ruas jalan tersebut.

Meski waktu tersisa hanya 1 bulan lebih, namun ia meyakini pekerjaan proyek akan selesai tepat pada waktunya.

“Ini hari kan sudah mulai dengan agregat A jadi habis ini kalau sudah mulai Hotmix pastinya progres pekerjaan akan naik,jadi pastinya sebelum masa waktu berakhir tanggal 30 desember pekerjaan sudah bisa selesai,” ujarnya.

Terpisah, Melkianus Fernandes selaku pelaksana lapangan dari PT Gabrieel Gabryela Jaya ketika dikonfirmasi VoxNtt.com menjelaskan, saat ini pihaknya sementara menyelesaikan pengerjaan bangunan pelengkap jalan dan penimbunan bahu jalan.

Pekerjaan tersebut, ujarnya, dipastikan akan segera diselesaikan dalam waktu dekat. Sehingga akan dilanjutkan dengan agregat A dan hotmix.

“Jadi ada beberapa titik yang langsung agregat A dan hotmix dan ada beberapa titik lain yang harus dengan agregat B dulu kemudian baru agregat A baru  hotmix,” ujarnya.

Melkianus menjelaskan, keterlambatan pengerjaan sama sekali bukan karena kekurangan sumber daya manusia (tukang) maupun armada pengangkut material.

Namun karena adanya hambatan dari masyarakat berkaitan dengan pembebasan lahan, sehingga PT Gabrieel Gabryela Jaya harus melakukan pendekatan terlebih dahulu.

Pihak Melkianus menjamin sebelum waktu kontrak berakhir pada tanggal 30 Desember nanti, seluruh item pekerjaan sudah bisa diselesaikan dengan kualitas yang baik.

Sementara itu, Ketua TP4D Kabupaten TTU Novantoro Catur Prabowo saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya mengaku, selama ini pihaknya terus memantau perkembangan pekerjaan proyek tersebut.

TP4D Kabupaten TTU sudah mempertanyakan terkait progres pekerjaan jalan tersebut ke Dinas PRKPP.

Sesuai penjelasan dinas PRKPP, ujarnya, progres pekerjaan dipastikan akan segera naik prosentasenya. Proyek jalan akan segera dilakukan agregat A dan hotmix.

Namun Novan menegaskan, dalam Minggu ini pihaknya akan melakukan monitoring lagi sehingga bisa mengetahui perkembangan progres di lapangan.

 

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba