Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Ose, Terduga Pelaku Penyelundupan BBM Aniaya Warga Perbatasan
HUKUM DAN KEAMANAN

Ose, Terduga Pelaku Penyelundupan BBM Aniaya Warga Perbatasan

By Redaksi11 Desember 20183 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Aloisius Bau, korban penganiyaan yang diduga dilakukan Ose dan temannya
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua Vox NTT-Yosep Liunome alias Ose, warga Dusun Nakalolo, Desa Aitoun, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu diduga telah menganiaya warga perbatasan bernama Aloisius Bau, Selasa dini hari (11/12/2018).

Ose adalah terduga pelaku penyelundupan BBM ke Negara Timor Leste. Sedangakan Aloisius Bau adalah warga Desa Makir, Kecamatan Lamaknen.

Aksi penganiayaan tersebut bermula ketika Aloisius Bau berusaha menggagalkan  penyelundupan BBM yang dilakukan Ose bersama temannya Agustinus.

Dump truck milik Ose yang dikemudi Agustinus mengangkut ratusan jeriken berisi BBM ke Negara Timor Leste berhasil ditahan Alosius.

Baca Juga: Tiga Kali Ditangkap Karena Selundup BBM, Ose Masih Bebas

Melalui sambungan telepon selulernya, Aloisius mengaku, setelah menahan mobil, ia sempat diajak Ose untuk bekerja sama dengan iming-iming diberi uang sejumlah Rp 4.000.000.

Namun karena tak bisa diajak kompromi, Aloisius pun dianiaya Ose dan temannya.

Tak mampu melawan, Alosius pun kembali ke rumahnya.

Pada Selasa pagi, Aloisius didatangi oleh satu orang anggota Satgas RI-RDTL Yonif R 408/Sbh, dua orang anggota Brimob, dua orang anggota polisi, dan Kapospol Dilumil.

Saat itu, salah seorang anggota Brimob mengatakan kepada Aloisius “kau punya hak apa sampai tahan barang milik orang?”

Terpisah, Kapospol Dilumil meminta Aloisius agar menyelesaikan masalah tersebut di Pospol Dilumil saja.
Aloisius menolak menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. Ia lebih memilih untuk melaporkan Ose ke Polsek Lamaknen.

“Saya sudah berusaha menangkap pencuri, tapi malah pihak yang berwajib membela pencuri itu, ada apa dengan itu?” tanya Aloisius.

“Saya menolak untuk menyelesaikan masalah tersebut di sana. Saya bilang, tidak bisa lagi, karena tadi malam Ose dan Gusti pukul saya, jadi saya harus lapor masalah ini ke Polsek Lamaknen,” ujarnya lagi.

Ia menuturkan, banyak masyarakat kecil yang sering ditangkap,  walau hanya menyelundup satu sampai dua jeriken BBM.

Namun, kata dia, Ose yang setiap malam menyelundup ratusan jeriken tidak pernah ditangkap, walau diketahui aparat keamanan.

Terpisah, Kapolsek Lamaknen, Ipda Taufan Ardiansyah melalui pesan WhatsApp-nya membenarkan adanya laporan dari Aloisius terkait dengan kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh Ose Cs.

Namun, ketika ditanya soal penyelundupan BBM, Ipda Taufan membantah. Kata dia, tidak ada kasus penyelundupan BBM di wilayahnya.

“Minta maaf tidak ada penyelundupan, locus delictinya di perkampungan Dusun Poti, Desa Makir jauh dari wilayah perbatasan,” jelas Ipda Taufan.

Sementara Ose yang dihubungi awak media membantah semua tudingan Aloisius kepadanya. Ia sama sekali tidak memukul Aloisius.

Ia juga membantah bahwa di dalam bak mobilnya tersebut berisi BBM ilegal.

Menurut Ose, ia bersama Gusti baru saja pulang dari Atambua lantaran ada sanak keluarga yang sementara dirawat di RSUD Atambua.

 

Penulis: Marcel Manek
Editor: Ardy Abba

Belu
Previous ArticleTiga Kali Ditangkap Karena Selundup BBM, Ose Masih Bebas
Next Article Alarm “Konsensus” Kekerasan Seksual di Kampus

Related Posts

Polisi Tahan Calo Trip yang Gelapkan Rp244,2 Juta, 22 Wisatawan Tiongkok Terlantar di Labuan Bajo

14 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Kejari Manggarai Pastikan Kasus Eks Kadis DP3AKB Diproses Sesuai Prosedur

3 Agustus 2026
Terkini

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026

PUPR NTT Verifikasi 300 Rumah Terdampak Gempa di Desa Golo Mendo

26 Agustus 2026

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.