Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Bupati Don Ajak Warga Nagekeo Mencintai Kearifan Lokal
NTT NEWS

Bupati Don Ajak Warga Nagekeo Mencintai Kearifan Lokal

By Redaksi4 Januari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati dan wakil Bupati Nagekeo Periode 2018-2024., Pasangan Johanes Don Bosco Do - Marianus Waja. (Foto: sp.beritasatu.com)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Gerakan untuk mencintai kearifan lokal sudah mulai dicanangkan oleh Pemerintah Kabupten Nagekeo.

Gerakan ini tampak terlihat saat pesta rakyat yang diselenggarakan sebagai ucapan syukur atas pelantikan Bupati Yohanes Don Bosco Do dan Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja, beberapa waktu lalu.

Kala itu, produk dan pangan lokal Nagekeo menjadi sajian kas untuk tamu undangan.

Beberapa bahan produk lokal seperti piring dan gelas menjadi tempat makanan dan minuman. Piring terbuat dari anyaman daun lontar atau sering disebut Wati dan gelas terbuat dari bambu.

Tak hanya peralatan, sajian makanan dari pangan lokal berupa umbi-umbian, kacang-kacangan dan beberapa bahan pangan lainnya turut dihidangkan kepada tamu.

Baca: Taman Kota Mbay Kumuh dan Dipenuhi Rumput Liar

Bupati Nagekeo, Yohanes Don Bosco Do di sela sela kegiatan pesta rakyat itu menjelaskan, gerakan untuk mencintai kearifan lokal harus sudah dilakukan oleh masyarakat.

Hal ini menjadi sumber kekuatan baru di era modern, dimana banyak masyarakat menggunakan bahan bahan pabrik.

Ia menjelaskan, gerakan menggunakan kearifan lokal bagian dari upaya untuk mengembalikan kebiasaan.

Selama ini masyarakat sudah bergantung pada kaum kapitalis atau bahan pabrik.

Saat ini ia mengajak masyarakat agar menggunakan bahan produk lokal yang kualitasnya sangat bagus dan menjanjikan.

Kata dia, gerakan mencintai kearifan lokal juga bagian dari upaya untuk mengatasi ancaman saat ini yakni sampah. Sebab sampah menjadi salah satu ancaman besar bagi bangsa dan juga masyarakat Nagekeo.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Bupati Nagekeo Nagekeo Yohanes Don Bosco
Previous ArticleTaman Kota Mbay Kumuh dan Dipenuhi Rumput Liar
Next Article Menanti Sentuhan Pembangunan Infrastruktur Jokowi di Sepanjang Pantura Flores

Related Posts

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026
Terkini

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.