Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Tahun 2018, Ada Dua Jembatan di Manggarai Masuk KDP
Regional NTT

Tahun 2018, Ada Dua Jembatan di Manggarai Masuk KDP

By Redaksi14 Januari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jhon D Bosco, PPK Program Pembangunan Jembatan Bidang Bina Marga Dinas PUPR Manggarai (Foto: Ardy Abba/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Tahun anggaran 2018, ada 12 paket pekerjaan jembatan di Dinas PUPR Kabupaten Manggarai, Flores, NTT.

Dari 12 paket tersebut, terdapat dua di antaranya yang terlambat sesuai kontrak atau masuk daftar Konstruksi Dalam Pekerjaan (KDP).

Jhon D Bosco, PPK Program Pembangunan Jembatan Bidang Bina Marga Dinas PUPR Manggarai mengatakan, kedua jembatan tersebut yakni jembatan Wae Nunur di Kecamatan Satarmese dan Wae Racang IV, perbatasan antara Kecamatan Rahong Utara dan Wae Ri’i.

Ia mengungkapkan jembatan Wae Nunur dikerjakan oleh CV Sarana Karya Murni dengan nilai kontrak sebesar Rp 771. 356.000.

Menurut Jhon, jembatan ini terlambat dan masuk KDP karena awalnya memakai fondasi biasa dengan kedalaman 2 meter. Setelah digali pada kedalaman tiga meter lebih, namun belum juga mendapatkan tanah dasarnya.

Sebab itu, pihaknya berdasarkan kesepakatan terpaksa mengubah desain jenis fondasi jembatan Wae Nunur. Selain jenis fondasi yang diubah, kata Jhon, pihaknya juga memindahkan lokasi di samping jembatan drift lama.

“Pertama kan kita gali ke bagian selatan drive lama. Setelah kita gali pengecekan tanah dasarnya ternyata yang lebih pendek kedalaman tanah dasarnya di samping drift,” ujar John kepada sejumlah awak media di ruang kerjanya, Senin (14/1/2019).

Selanjutnya, jembatan Wae Racang IV dikerjakan oleh CV Surya Sakti dengan pagu kontrak senilai Rp 1.474.143.000.

Menurut Jhon, jembatan ini terlambat dan masuk KDP karena terkendala pada mobilisasi gelagar dari Ruteng menuju lokasi pembangunan. Akses masuk menuju jembatan Wae Racang IV itu, kata dia, masih jalan tanah.

“Nah, itu gelagar paling satu oto hanya bisa bawa dua gelagar. Kita punya kemarin itu ada 12 unit gelagar, sehingga begitu oto antar dua tiga empat hari lagi baru dia pulang ke Ruteng,” jelas Jhon.

Ia menambahkan, kontraktor pelaksana dua jembatan tersebut diberikan kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaannya selama 50 hari setelah waktu kontrak selesai.

Berdasarkan Perpres Nomor 16 Tahun 2018, dua penyedia tersebut dikenakan denda 1/1000 dari nilai kontrak setiap hari, selama 50 hari waktu tambahan yang diberikan PPK proyek.

Penulis: Ardy Abba

Dinas PUPR Manggarai Kabupaten Manggarai
Previous ArticleLongsor Tutup Badan Jalan di Cibal Barat
Next Article Kejari TTU “Keker” Dinas PRKPP, Ada Apa?

Related Posts

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Andy Liwun Minta Warga Tanjung Bunga Bersabar, Pekerjaan Jalan Latonliwo–Patisirawalang Tunggu Rekomendasi Tipikor

14 Juni 2026

Warga Kampung Barang Gelar Roko Molas Poco, Tiang Utama Rumah Adat Gendang Diarak ke Lokasi Pembangunan

11 Juni 2026
Terkini

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.