Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Proyek SUTT di Wae Sele Bermasalah, Pemkab Matim Didesak ‘Turun Tangan’
Ekbis

Proyek SUTT di Wae Sele Bermasalah, Pemkab Matim Didesak ‘Turun Tangan’

By Redaksi22 Januari 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sejumlah mahasiswa Desa Lembur Kupang pose bersama usai berdiskusi tentang polemik pembangunan SUTT di wilayah mereka
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Pemkab Matim) didesak segera ‘turun tangan’ menangani masalah pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di Wae Sele, Desa Lembur, Kecamatan Kota Komba.

Desak itu disampaikan Himpunan Mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Mahasiswa Lembur Kupang (IKML-K) usai diskusi, Selasa (22/1/2019).

Defri Lahur, salah satu senior IKML-K menilai, keberadaan proyek SUTT nantinya bisa berpotensi merusak mata air dan keutuhan hutan Wae Sele.

Baca Juga: Proyek SUTT di Wae Sele Matim Ditolak Tuan Tanah

Selain itu, jika proyek SUTT ini tetap dilanjutkan, maka akan menimbulkan konflik antar sesama masyarakat di Desa Lembur.

Menurut Defri, Pemkab Matim perlu dengan segera menengahi polemik pembangunan SUTT di Wae Sele tersebut.

Di balik proyek SUTT ini, Defri menyatakan beberapa poin penting usai membahas masalah resistensi warga Desa Lembur.

Pertama, mendesak Pemkab Matim segera menengahi persoalan itu melalui budaya lonto leok (cara menyelesaikan masalah sesuai adat istiadat Manggarai).

Baca Juga: Tua Adat Tolak Hutan Wae Sele Dibabat untuk Proyek SUTT

Kedua, mendesak Pemkab Matim segera memanggil pihak PLN, camat Kota Komba, kepala desa Lembur, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pemilik tanah agar mendiskusikan solusi.

Solusi itu diharapkan bisa memberikan rasa puas bagi semua pihak, baik yang menerima pembangunan SUTT maupun yang menolak.

“Poin penting bagi kami adalah tidak boleh membiarkan benih konflik antar warga tercipta. Harus cari jalan tengah agar semua pihak merasa puas. Silahkan Pemda turun dan lakukan diskusi di Lembur,” pinta Defri.

Apabila persoalan ini tak kunjung dimediasi, maka IKML-K akan mengadu ke DPRD NTT.

Hal senada juga disampaikan anggota IKML-K, Edwar Suwardi.

Menurut Edward, konflik antar warga bisa memuncak, apabila Pemkab Matim terus diam dan tidak melakukan mediasi.

“Kalau memang mesti dibabat hutan itu, Pemda (Matim) harus memikirkan solusi bagi semua petani yang sawahnya tergantung dari mata air dari hutan Wae Sele. Kalaupun bisa yang saluran itu dipindahkan di sisi selatan hutan,” tandasnya.

 

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Desa Lembur Manggarai Timur
Previous ArticlePolisi Ikut Bakti Sosial di Jalan Ruteng-Iteng
Next Article Jelang Pemilu, Bawaslu TTU Awasi Khusus Kades dan ASN

Related Posts

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Hampir Sebulan Jebol, Crosway Wae Musur Hilir Belum Ditangani Pemkab Manggarai Timur

12 Juni 2026

Gubernur NTT Lantik Direksi PT Flobamor dan KIB, Pemprov NTT Tambah Modal

27 Mei 2026
Terkini

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.