Keluarga Subhan Yusuf sedang membongkar pagar yang ditutup di pintu masuk sekolah (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
alterntif text

alterntif text

alterntif text

alterntif text

alterntif text

alterntif text

Ende, Vox NTT-Subhan Yusuf, warga Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende, NTT, memagari pintu masuk SDI Ende 14 pada Rabu (06/02/2019) pagi.

Hal ini ia lakukan karena kecewa terhadap pihak SDI Ende 14 yang tidak menaruh kepercayaan kepadanya sebagai penjaga sekolah.

Yusuf mengatakan, sebelumnya ia ditugaskan sebagai penjaga sekolah.

Pekerjaan itu diangkat oleh pihak sekolah mengingat jasa keluarganya yang menghibahkan tanah untuk membangun SDI Ende 14.

“Ya, ini tanah kita yang dihibahkan ke sekolah. Saya memang kecewa karena mereka (pihak sekolah) sudah tidak memberikan tugas ke saya sebagai penjaga sekolah,” katanya di Kompleks SDI Ende 14, Rabu pagi.

Ia menjelaskan, pihak sekolah tidak memberikan alasan pasti pengambilalihan tugasnya sebagai penjaga sekolah.

Karena merasa kecewa atas perilaku itu, ia memutuskan untuk memagari pintu masuk sekolah.

“Kunci sekolah sudah tidak diberikan kepada saya lagi. Sekolah juga melarang saya untuk tidak menggunakan kamar mandi dan WC. Jadi, saya minta kejelasan dulu,” ucap dia.

Kepala SDI Ende 14, Maria L.Y. Ana Dema mengatakan, pihaknya telah mengklarifikasi masalah itu kepada keluarga Subhan Yusuf dan Komite serta pihak Kepolisian dari Polsek Ende.

“Kita sudah selesaikan dengan musyawarah mufakat. Hasilnya, nanti kita lakukan pertemuan lagi bersama komite,” kata Maria.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Komite Muhammad Ridwan usai pertemuan internal.

Ia berharap agar masalah serupa tidak terjadi lagi dan tidak mengganggu proses belajar mengajar.

“Kita berusaha supaya tidak mengganggu siswa-siswi yang belajar disini. Ini penting dan kita akan berupaya untuk bernegoisasi lagi,” kata Ridwan.

Kapolsek Ende, Iptu Ronny Gonzal, SH berharap agar masalah tersebut dapat segara diselesaikan.

Hal ini ia harap untuk mengantisipasi tidak mengganggu proses pembelajaran sekolah.

“Kita hanya bertugas mengamankan. Kita harap supaya cepat terselesaikan,” katanya usai pertemuan.

Disaksikan VoxNtt.com, usai proses negosiasi tersebut, keluarga Subhan Yusuf akhirnya membongkar kembali pagar pada pintu masuk sekolah.

Pembongkaran itu disaksikan Kapolsek Ende, Ketua Komite serta Kepala SDI Ende 14.

 

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba