Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Polisi Sebut Aksi Pemerasan Terhadap Pejabat Marak di TTS
HUKUM DAN KEAMANAN

Polisi Sebut Aksi Pemerasan Terhadap Pejabat Marak di TTS

By Redaksi9 Februari 20191 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kasatreskrim Polres TTS, Iptu Jamari (Foto: Dok.Pribadi)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT-Aparat Kepolisian Resor Timor Tengah Selatan (Polres TTS) sementara mengidentifikasi maraknya aksi pemerasan terhadap pejabat di wilayah itu.

Demikian diungkapkan Kasatreskrim Polres TTS, IPTU Djamari yang diwawancarai VoxNtt.com, Jumat (08/02/2019).

Menurut Djamari, aksi pemerasan dilakukan dengan modus mengatasnamakan lembaga atau organisasi tertentu.

“Modusnya adalah dengan mengatasnamkan lembaga atau organisasi tertentu lalu melancarkan aksi pemerasan,” ujarnya.

Aparat Polres TTS, jelasnya sementara melakukan identifikasi terhadap oknum-oknum tersebut.

“Oleh karena itu, kami himbau masyarakat agar segera melapor ke aparat terkait dan terdekat untuk diproses secara hukum,” ujar Jamari.

Ditanyai terkait proses hukum dugaan aksi pemerasan yang diduga dilakukan tiga oknum yang wartawan media online Info NTT , Sandy Lete, Luis Bani, dan Yongky A. Bel, Kasatreskrim mengaku akan memanggil ketiganya untuk diperiksa.

Penyidik Satreskrim Polres TTS, jelas Jamari, masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang adalah pelapor.

Para saksi yang diperiksa antara lain: kepala Desa Taebone, Andreas Tiup Bessi, Kepala Desa Kiki, Nikodemus Bety dan Bendahara Taebone bernama Aplonia Nabuasa.

Setelah meneriksa korban dan saksi, lanjut Jamari, pihaknya juga akan menjadwalkan pemanggilan pemeriksaan terhadap ketiga oknum pelaku pemerasan untuk mendapatkan keterangan dari ketiganya.

Penulis : L. Ulan

Editor: Irvan K

Info NTT Polres TTS TTS
Previous ArticleRekonsiliasi ’65: Sebuah Propaganda Politik Jokowi?
Next Article Dari Demokrasi Borjuistik Menuju Demokrasi Patriotis

Related Posts

Polisi Tahan Calo Trip yang Gelapkan Rp244,2 Juta, 22 Wisatawan Tiongkok Terlantar di Labuan Bajo

14 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Kejari Manggarai Pastikan Kasus Eks Kadis DP3AKB Diproses Sesuai Prosedur

3 Agustus 2026
Terkini

Kebijakan “Ambil Dulu, Bayar Kemudian” Gubernur NTT Direalisasikan di Golo Mendo

26 Agustus 2026

Sheline Lana Tanggung Biaya Sekolah Anak di Wae Ri’i yang Orangtuanya Meninggal Akibat Gempa

26 Agustus 2026

BSI KCP Labuan Bajo Gandeng TNI AL Serahkan Bantuan ke Kecamatan Macang Pacar

26 Agustus 2026

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026

PUPR NTT Verifikasi 300 Rumah Terdampak Gempa di Desa Golo Mendo

26 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.