Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Hujan Lebat dan Banjir Rendam Kampung Bupati dan Ketua DPRD Nagekeo
Regional NTT

Hujan Lebat dan Banjir Rendam Kampung Bupati dan Ketua DPRD Nagekeo

By Redaksi4 April 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Banjir Rendam Kampung Halaman Bupati dan Ketua DPRD Nagekeo
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Hujan lebat yang mengguyur pada Rabu (03/04/2019), menyebabkan Kampung Toto, Desa Toto Mala, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo terendam banjir.

Toto adalah kampung halaman Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do dan Ketua DPRD Sil Yewa.

Banjir yang hingga merendam sekitar belasan rumah warga tersebut bersumber dari kali mati di sekitar kampung.

Air meluap dari dalam deker di atas jalan Trans Flores. Deker yang dibangun tahun 1991 itu diduga salah konstruksi.

Pasalnya, kolom deker dibuat sekat. Apalagi ukurannya sangat kecil.

Akibatnya, tak semua air mengalir di dalam deker saat musim hujan. Sebagian besarnya mengalir bebas di badan jalan.

“Kejadian banjir merendam rumah warga dan meluap ke badan jalan ini, sudah lama terjadi. Kita sudah sampaikan kepada Pemda Nagekeo, tapi sampai saat ini belum ada terealisasi,” ujar Kare Kutu, warga Desa Toto Mala saat ditemui VoxNtt.com, Rabu (03/04/2019) sore.

Kare berharap Pemda Nagekeo segera membongkar kembali deker tersebut dan membuatnya kembali dengan ukuran besar.

Banjir Rendam Kampung Halaman Bupati dan Ketua DPRD Nagekeo

“Kalau tidak segera diatasi oleh Pemda, maka akan berdampak pada korban jiwa dan akan merusak badan jalan itu,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan tokoh muda Asal Desa Toto Mala Eman Riwu.

Eman mengatakan, banjir meluap ke badan jalan dan merendam rumah warga tersebut, akibat ukuran deker sangat kecil. Selain itu pada kolom deker itu dibuat sekat, sehingga banyak kotoran yang tersumbat.

Menurutnya, untuk mengatasi hal tersebut deker dibongkar dan diganti dengan jembatan.

“Kalau tidak segera pugar deker ini akan lebih memperparahkan lagi. Dan bisa ada korban jiwa,” ujar Eman Riwu.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Johanes Don Bosco Do Nagekeo
Previous ArticleUrgensi Pendidikan Antikorupsi Lewat Local Wisdoms (Part 2)
Next Article Klub Sepak Bola IM U-12 Ende Segera Berlaga di Kupang

Related Posts

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026

Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Seluruh Destinasi Wisata Usai Insiden WNA Austria Terjatuh di Jembatan Gantung

30 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.