Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»70 Persen Pertumbuhan Ekonomi di Manggarai Tergantung Sektor Pemerintah
NTT NEWS

70 Persen Pertumbuhan Ekonomi di Manggarai Tergantung Sektor Pemerintah

By Redaksi16 April 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bupati Manggarai, Deno Kamelus saat memeriksa lokasi penanaman hortikultura milik kelompok tani Kampung Wune, Desa Golo, Kecamatan Cibal, Senin 15 April 2019 ( Foto: Ardy Abba/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Bupati Manggarai, Deno Kamelus menyatakan, lebih dari 70 persen pertumbuhan ekonomi di kabupaten itu tergantung sektor pemerintah, bukan swasta.

“Jadi kalau banyak uang beredar di Kabupaten Manggarai ini, uangnya dari sektor pemerintah, bukan dari sektor swasta,” ujar Bupati Deno saat hadir sebagai narasumber dalam diskusi publik di Aula Ranaka Kantor Bupati Manggarai, Minggu (14/04/2019).

Diskusi publik dalam rangka pelantikan Ketua Presidium PMKRI Ruteng Ignasius Padur tersebut mengangkat tema “Kontribusi Pemuda dalam Kemajuan Daerah”.

Di hadapan ratusan mahasiswa yang hadir, ia menjelaskan, Rp 1,2 triliun APBD di Manggarai merupakan salah satu stimulus yang sangat besar pengaruhnya terhadap dinamika ekonomi masyarakat.

Oleh karena itu, menurut Deno pengelolaan APBD yang tepat, cepat, dan efektif sangat berpengaruh terhadap percepatan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Manggarai.

Ia mengaku, sektor swasta di Kabupaten Manggarai bertumbuh sangat pelan. Minat investasi di daerah itu masih sangat terbatas.

Di lihat dari distribusi pekerjaan, lanjut Deno, 65 persen orang Manggarai bekerja di sektor pertanian.

Data pusat statistik menunjukkan, sebagian besar petani di Kabupaten Manggarai telah berusia di atas 50 tahun. Hanya ada 20 persen angkatan kerja muda yang bekerja di sektor pertanian.

”Kita punya angkatan kerja ini kurang lebih 131 ribu sampai 135 ribu,” ujar Deno.

Menurut dia, jika suatu saat para petani yang berusia di atas 50 tahun ini sudah tidak mampu lagi bekerja sementara penduduk terus bertambah sampai dua persen, maka beras, sayur, dan lain-lain bisa berpotensi diimpor.

Penulis: Ardy Abba

Kabupaten Manggarai Kamelus Deno PMKRI Ruteng
Previous ArticleFKUB Mabar Serukan Pemilu Damai
Next Article PKB Bantah Tuduhan Terlibat Politik Uang di Aeramo

Related Posts

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026
Terkini

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.