Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Akses Jalan Ende-Bajawa Terancam Putus, Lima Titik Dipasang Tanda Larang
NTT NEWS

Akses Jalan Ende-Bajawa Terancam Putus, Lima Titik Dipasang Tanda Larang

By Redaksi6 Mei 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kondisi akses jalan Ende-Bajawa di Kampung Puumbara, Desa Raterua yang sudah hampir terkikis abrasi (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Akses transportasi darat jurusan Ende-Bajawa di Desa Raterua, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende terancam putus akibat abrasi laut. 

Menurut warga setempat, peristiwa tersebut sudah terjadi kurang lebih sebulan terakhir.

“Sudah hampir satu bulan ini, abrasi terus berlangsung. Ada beberapa titik yang sudah tergerus dibawah dasar jalan,” ucap Ajhar, warga setempat, Senin (06/05/2019) pagi.

Akibat peristiwa alam itu, kata dia, beberapa titik penahan ombak runtuh. Bahkan, ombak terhempas hingga melintas ke badan jalan.

Tak hanya itu, Ajhar mengaku pemukiman sekitar juga beberapa kali terendam air laut.

Abrasi laut juga menghantam tembok penahan ombak di Kampung Mbomba, Kecamatan Ende Utara. Tanda larang dipasang agar pengendara ekstra hati-hati (Foto: Ian Bala/Vox NTT)

“Tahun ini sudah tiga atau empat kali. Memang cukup terancam,” ucap dia.

Berdasarkan pengamatan VoxNtt.com, Senin pagi, ada lima titik yang mengalami hal serupa. Dua titik lainnya yakni di Kampung Puumbara dan Kampung Mbomba yang merupakan titik paling rawan.

Kerawanan tersebut karena abrasi mengikis hingga ke bibir jalan. Tanah dan tembok penahanan ambruk dihantam ombak.

Sementara satu titik lainnya di Puumbara, badan jalan hampir rubuh tergerus abrasi. Sehingga, akses jalan hanya difungsikan satu sisi.

Dua titik lainnya berada di wilayah Nangakeo, Kecamatan Nangapanda. Tanah pada bibir jalan runtuh. Para pengguna jalan memilih ekstra berhati-hati karena akses tersebut cukup mengganggu.

Atas peristiwa tersebut, petugas kemudian memasang tanda larangan.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticleHumas Siloam Kupang Dikeluhkan Jadi Biang Keretakan RT MMM
Next Article Bertarung Merebut Legitimasi

Related Posts

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Wilayah Kepulauan MBD dan Kepulauan Alor Berpotensi Jadi Provinsi Sendiri

12 Juli 2026
Terkini

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.