Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Mahasiswa Harus Aktif Mengawasi Pembangunan di Desa
MAHASISWA

Mahasiswa Harus Aktif Mengawasi Pembangunan di Desa

By Redaksi20 Mei 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Mahasiswa bersama staf Desa Kuaklalo, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang. (Foto: Dok. Mahasiswa).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oelamasi, Vox NTT- 110 mahasiswa Jurusan Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Undana Kupang mengikuti Kuliah Lapangan di Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, Sabtu 18 Mei 2019.

Gabungan kelas reguler 55 orang dan kelas sore 55 orang itu terbagi dalam 14 kelompok. Mereka melaksanakan kegiatan ini di beberapa Desa di Kecamatan Taebenu yaitu Desa Baumata, Baumata Barat, Baumata utara, Baumata Timur, Oeletsala, Kuaklalo, oeltua.

Mariano Unde, salah satu ketua kelompok saat dihubungi lewat whatsapp Minggu, 19 Mei 2019, kepada VoxNtt.com mengatakan, kegiatan dimaksud merupakan bentuk aplikasi dari mata kuliah Metode Penelitian Administrasi Kuantitatif.

Selain itu merupakan bentuk perwujudan tridarma perguruan tinggi, dalam hal ini mahasiswa perlu turun ke masyarakat untuk menjadi mahasiswa yang mengedepankan prinsip three agent (agent of change, agent of control dan agent of development).

“Prinsip ini yang perlu dimiliki oleh mahasiswa, sehingga menjadi mahasiswa yang berguna bagi masyrakat, bangsa dan negara,” jelasnya.

Sementara itu, Sekdes Kuaklalo saat menerima rombongan Mahasiswa mengatakan, kehadiran mereka merupakan proses belajar.

“Kehadiran kalian hari ini sebagai bentuk proses belajar serta kalian hadir sesuai apa yang direncanakan sebelumnya,” ujarnya.

Lanjut dia, kehadiran Mahasiswa di desa menjadi bentuk sikap kontrol mahasiswa agar bisa menjadi motivasi kepada pengurus di desa, untuk tetap berjalan pada koridor.

Kegiatan Kuliah lapangan ini dengan tema: Partisipasi Masayarakat dalam Pengawasan Pembangunan Desa.

Adapun Dosen Pengasuh Mata kuliah Metode Penelitian administrasi Kualitatif, Ajis S. Adang Djaha, kepada VoxNtt.com, Minggu 19 Mei 2019 mengatakan, kuliah lapangan mata kuliah metode penelitian administrasi kualitatif dilaksanakan sebagai tuntutan kurikulum.

“Kewajiban dosen dan mahasiswa untuk melaksanakannya. Mata kuliah ini berbobot 3 SKS. Muatan materinya 60% kuliah dan 40% praktek. Dari 40% tersebut, 20% praktek kelas dan 20% praktek lapangan. Praktek kelas tujuannya memberikan ketrampilan dalam mengidentifikasi masalah, menentukan topik penelitian, menyusun latar belakang masalah, merumuskan tujuan dan manfaat penelitian, menyusun tinjauan pustaka dan metode serta teknik pengumpulan data,” imbuhnya.

Lanjutnya, praktek lapangan bertujuan untuk menggunakan teknik observasi, studi dokumen dan wawancara untuk pengumpulan data lapangan. Setelah data terkumpul ketrampilan lain yg diharapkan dimiliki mahasiswa adalah ketrampilan dalam mengolah data, dan menyajikan data serta menulis laporan penelitian.

Dengan demikian, kata dia, setiap mahasiswa yg lulus mata kuliah ini diharapkan memiliki kemampuan dalam menyelesaikan tugas akhir dengan kualitas yang baik.

“Materi praktek lapangan adalah pengawasan masyarakat terhadap pelaksanaan pembangunan desa tahun 2016-218. Pengawasan masyarakat meliputi pengawasan prefentif di saat perencanaan pembangunan disusun melalui musrenbangdus,” jelasnya.

Mahasiswa juga turut mengawasi Musrenbangdes; pengawasan selama proses, memberikan kritikan-kritikan atas pelaksanaan pembangunan yang cenderung keluar dari kesepakatan; dan pengawasan tepresif menyampaikan kritikan atas hasil yang tdk sesuai rencana untuk perbaikan.

“Saya memantau mahasiswa ketika praktek, menunjukkan kreativitasnya masing-masing guna memperoleh data yang valid, akurat. Saya berharap mahasiswa mampu menjelaskan kondisi pengawasan masyarakat di tujuh Desa di Kecamatan Taebenu, dan mampu mengidentifikasi faktor-faktor penentu pelaksanaan pengawasan, yaitu faktor yang menunjang dan faktor yang menghambat. Mahasiswa juga diharapkan melalui analisis data mampu memberikan solusi yang tepat agar pelaksanaan pengawasan masyarakat dapat dijalankan oleh warga masyarakat,” jelasnya.

Menurutnya, hasil olahan data rencananya akan disajikan dalam diskusi kelas. Mahasiswa diharapkan dapat mendokumentasikan observasi, wawancara dan studi dokumen dalam bentuk rekaman video, foto, dan rekaman suara sebagai hasil praktek lapangan.

“Hasil olahan data, rencananya akan disajikan dalam diskusi kelas. Mahasiswa diharapkan dapat mendokumentasikan observasi, wawancara dan studi dokumen dalam bentuk rekaman video, foto, dan rekaman suara sebagai hasil praktek lapangan,” tutupnya.

Penulis: Ronis Natom

Editor: Boni J

Fisip Undana Kuliah lapangan
Previous ArticleJokowi Mengaku Sangat Mencintai NTT
Next Article 4 Gedung Puskesmas Senilai Rp 28 Miliar di TTU Segera Dibangun

Related Posts

Polemik Rektor STIKES Nusantara Dikeluarkan dari Grup WhatsApp LLDIKTI Berakhir

16 April 2026

Mahasiswa Unika Ruteng Gelar Asistensi Paskah Berbasis Budaya di Stasi Mocok

12 April 2026

Belajar dari Wae Nenda, Ketulusan Umat Jadi Cermin Calon Pendidik

7 April 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.