Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Obat Racun Ular Langka di RSUD Ruteng, Ini Tanggapan Dinkes Manggarai
KESEHATAN

Obat Racun Ular Langka di RSUD Ruteng, Ini Tanggapan Dinkes Manggarai

By Redaksi6 Juni 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, dr. Yulianus Weng (Foto: Dok. Ardy Abba/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, dr. Yulianus Weng turut menanggapi kelangkaan obat racun ular di RSUD dr. Ben Mboi Ruteng.

Kelangkaan obat itu, menurut dr. Weng disebabkan karena kehabisan persediaan pada distributor di Kupang.

Ia mengaku, persoalan tersebut bukan karena kelalaian pihak RSUD Ben Mboi Ruteng.

Sebab, kelangkaan obat terjadi pada beberapa rumah sakit di Provinsi NTT dan bukan hanya terjadi di RSUD Ruteng.

“Masalah kelangkaan ABU di RSUD Ruteng, saya sudah kontak ibu Direktur (dr. Elfrida Adur). Pada bulan April lalu mereka sudah memesan ABU melalui E-Katalog, dan saat ini pengadaan tersebut belum terealisasi karena belum ada ketersediaannya pada distributor dan pabrik,” jelasnya kepada VoxNtt.com melalui pesan WhatsApp-nya, Kamis (06/06/2019).

Sebelumnya, Direktur RSUD Ben Mboi Ruteng, dr. Elisabet Adur mengakui adanya kasus kelangkaan obat racun ular, sebagaimana diungkapkan Boni Hargens, akademisi asal Manggarai yang berdomisili di Jakarta.

Ia mengatakan, pihaknya sudah berupaya mencari cara agar bisa segera mendapatkan obat racun ular, namun tidak tersedia stok di area Ruteng.

“Susah juga, minta di puskesmas pun tidak ada, tidak ada semua. Mau minta di Dinas Kesehatan juga tidak ada,” ungkapnya kepada VoxNtt.com, Selasa (04/06/2019).

Ditanya terkait solusi untuk kasus seperti yang diungkap Boni, ia mengatakan, mereka memilih meminta pasien mencari sendiri.

“Kita anjurkan orang per orang (untuk) mau beli di Labuan Bajo,” katanya.

Untuk diketahui, persoalan ini muncul ke publik setelah Boni Hargens menulis di media sosial facebook.

Ia kecewa terhadap pelayanan di RSUD Ben Mboi Ruteng.

Sebab, salah satu keluarganya yang digigit ular berbisa berobat ke RSUD Ruteng. Namun pihak rumah sakit malah menyuruh untuk mencari sendiri obat ke rumah sakit swasta di Labuan Bajo.

Boni pun meminta Pemerintah Kabupaten Manggarai agar membenahi layanan kesehatan pasca munculnya kasus kelangkaan obat untuk racun ular di RSUD Ben Mboi Ruteng.

Menurut Boni, sudah saatnya Pemkab Manggarai harus mengambil langkah serius dalam mengevaluasi pelayanan kesehatannnya.

Bahkan, Boni mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menginvestigasi penggunaan anggaran di Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, NTT.

Penulis: Pepy Kurniawan
Editor: Ardy Abba

Dinkes Manggarai Manggarai RSUD Ruteng
Previous ArticleSensasi Kabut Kota Soe dan Romantisme Pinus di Mollo Utara
Next Article Kisah Mama Adel: Ibunda Bocah 15 Tahun yang Butuh Sentuhan Pemda Matim (1)

Related Posts

Keluarga Selviana Tijung Adukan Kematian Ibu Hamil ke DPRD Manggarai Timur

6 September 2026

Pegadaian Bantu Renovasi SD Negeri 1 Reo yang Rusak akibat Gempa

5 September 2026

Kasus Kematian Bumil Korban Gempa di Matim, Aktivis Desak Copot Dirut RSUD Borong

4 September 2026
Terkini

Kafegama dan JPIC OFM Tuntaskan Distribusi 1.265 Paket Bantuan di Sambi Rampas Manggarai Timur

15 September 2026

Desil, Data, dan Keadilan

15 September 2026

KPAI Soroti Dugaan Kekerasan Seksual terhadap 13 Anak SD di Sumba Barat

14 September 2026

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.