Prisco Watu Sila dan Stefania Kandida Sena Tiba (memakai salendang)

Bajawa, Vox NTT-Prisco Watu Sila dan Stefania Kandida Sena Tiba terpilih menjadi duta anak Kabupaten Ngada.

Keduanya adalah siswa Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Regina Pacis (Recis) Bajawa.

Kepala BPMDP3A Ngada, Yohanes Watu Ngebu di ruang kerjanya, Rabu (19/06/2019), menjelaskan predikat duta anak ini melalui proses panjang konferensi anak daerah (konferda) yang digelar pada bulan April lalu di aula OCD Bogenga.

Sebelumnya, kata dia, Prisco dan Stefania adalah pelajar konferda anak bersama ratusan peserta utusan dari sekolah-sekolah se-Kabupaten Ngada.

Forum anak dengan suara terbanyak memilih Prisco dan Stefania sebagai duta anak Kabupaten Ngada.

Dengan menjadi duta anak Kabupayen Ngada, kedua siswa ini akan berkompetisi di tingkat Provinsi NTT.

Konferda tingkat provinsi berlangsung pada 20-22 Juni 2019 dan diikuti duta anak kabupaten se-NTT.

Konferda ini digelar dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional tingkat Provinsi NTT tahun 2019.

Yohanes dalam arahannya saat pelepasan duta anak Ngada mengatakan, saat ini anak memiliki peran penting dalam pengambilan kebijakan atau program pembangunan yang ramah anak.

Kata dia, forum anak adalah wadah anak untuk menyuarakan kepentingannya. Selain itu, sebagai wadah untuk memenuhi hak-hak, baik hak pendidikan, ekonomi, politik, dan sebagainya.

Yohanes mengharapkan, Prisco dan Stefania bisa mengambil bagian secara optimal pada setiap rangkaian acara konferda tingkat Provinsi NTT.

Prisco dan Stefania diharapkan selalu aktif dengan tetap menjunjung tinggi sopan santun, menjaga etika, dan rendah hati.

”Semoga terpilih menjadi duta anak NTT. Ikuti semua kegiatan yang ada, ambil bagian tapi jangan menguasai, harus tetap rendah hati. Ini forum yang luar biasa untuk kalian belajar, menambah wawasan, menjalin relasi. Jadi manfaatkan sebaik mungkin ajang konferda ini. Harapan tertinggi adalah kalian bisa terpilih ke forum anak nasional, tapi mengikuti proses secara tuntas tetap jadi prioritas utama,” pesan Yohanes.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba