Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Mahasiswa FKIP UKI St Paulus Ruteng Gelar PPKM
MAHASISWA

Mahasiswa FKIP UKI St Paulus Ruteng Gelar PPKM

By Redaksi20 Juni 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Indonesia (FKIP-UKI) Santu Paulus Ruteng Program Studi Bahasa Inggris pose bersama anak-anak di rumah adat Kampung Ruteng Pu'u, saat kegiatan PPKM (Foto: Dok. Yosefina Rosdiana Su, S.S., M.Pd, )
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Indonesia  (FKIP-UKI) Santu Paulus Ruteng Program Studi Bahasa Inggris menggelar kegiatan Pekan Pengabdian Kepada Masyarakat Mahasiswa (PPKM) selama satu minggu, sejak 17-21 Juni 2019.

Kegiatan PPKM itu berlangsung di Kampung Ruteng Pu,u, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.

Dosen pendamping, Yosefina Rosdiana Su mengatakan, kegiatan PPKM dijalankan di bawah tema ‘Edukasi Pariwisata Berkelanjutan Bagi Kelompok Anak di Kampung Wisata Ruteng Pu’u’.

Ia mengaku, kegiatan edukasi bersama anak-anak yang dilaksanakan di Rumah Gendang Ruteng Pu,u itu dipelopiri oleh  15 mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris dengan dipimpin oleh Nur Avivin.

“Kegiatan ini diinisisasi oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris sebagai responsif atas perkembangan Pariwisata Flores yang semakin mendunia,” kata  Yosefina kepada VoxNtt.com, Kamis (20/06/2019).

Menurut dia, Ruteng Pu’u adalah salah satu destinasi wisata di Kota Ruteng yang menjual identitas dan nilai-nilai budaya lokal Manggarai.

Sebagai obyek wisata andalan di Kota Ruteng, kata dia, Ruteng Pu’u belum dikelola secara optimal, sehingga belum berdampak secara ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Yosefina menilai, identitas dan nilai-nilai budaya Manggarai adalah produk wisata yang dijual di Ruteng Pu’u.

Sebab itu, masyarakat di Ruteng Pu’u juga ditantang untuk tetap konsisten pada cara hidup. Warga di sana harus bisa mempertahankan nilai-nilai budaya lokal.

“Bagaimanakah nilai-nilai ini dapat dipertahankan dan menjadi produk yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan? Inilah alasan mengapa tim ini melaksanakan kegiatan PKM kepada kelompok anak di desa wisata ini,” tukas Yosefina.

Menurut Yosefina dan mahasiswa FKIP Bahasa Inggris itu, keberlanjutan pariwisata ini tidak hanya berkaitan dengan dampak ekonomis, tetapi juga ekologis dan sosial budaya.

Oleh karenanya, sebagai generasi penerus, anak-anak perlu dipersiapkan dan mendapatkan edukasi yang tepat agar sejak dini mereka menyadari identitas dan tanggung jawab dalam kerangka sustainable tourism (pariwisata berkelanjutan).

“Kegiatan ini diisi dengan sharing dan diskusi bersama anak-anak, belajar etika dasar berkomunikasi dengan pengunjung, juga belajar mengucapkan salam dan dialog sederhana dalam bahasa Inggris,” jelas Yosefina.

“Kami bahkan meminta beberapa wisatawan yang berkunjung untuk mendemonstrasikan dialog sederhana dengan anak-anak yang terlibat dalam kegiatan ini,” tambah dia.

Pihak Yosefina memang menyadari bahwa waktu sepekan tidak cukup untuk menanamkan nilai-nilai pariwisata berkelanjutan.

Namun demikian, ia mengharapkan kegiatan serupa sering dilaksanakan di Ruteng Pu’u dengan menyasar pada kelompok remaja ataupun dewasa.

“Tujuan dari kegiatan ini terutama bagi anak dari kelas 1 SD sampai dengan SMP,” terangnya.

Pihak Yosefina bermimpi, suatu hari Ruteng Pu’u akan memiliki Komunitas “Local Little Guide” yang akan didampingi langsung Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng.

“Kami senang, karena kami sudah memulai. Dan semoga kegiatan kami ini juga mendapatkan dukungan dari semua pihak, terutama orang tua dan masyarakat di desa adat Ruteng Pu’u ini,” ucap Yosefina.

Ia menambahkan, selain kegiatan edukasi tersebut, tim PKM juga mengajak anak-anak untuk peduli dengan lingkungan.

Sebagai perwujudannya,  tim mengajak anak-anak untuk bersama-sama membersihkan lingkungan di Kampung Ruteng Pu,u.

Ketua PPKM, Nur Avivin menjelaskan, destinasi wisata idealnya menjadi passport to development yang mampu menghidupkan aktivitas ekonomi lainnya, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat di lokasi wisata.

Nur mengatakan, program-program  edukasi bagi masyarakat di wilayah sasaran harusnya menjadi prioritas dan langkah strategis dalam mengupayakan pengelolaan yang efektif bagi destinasi pariwisata ini.

Masyarakat harus memahami potensi yang mereka miliki dan bagaimana potensi ini dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat.

“Kita perlu belajar dari kampung adat lainnya, seperti Bena misalnya,” Ucap Nur.

KR: L. Jehatu
Editor: Ardy Abba

Baca Juga: Anas Undik, Janda yang Bertahan Hidup di Tengah Gempuran Kemiskinan

FKIP UKI St. Paulus Ruteng
Previous ArticleDua Siswa SMAK Recis Bajawa Jadi Duta Anak Kabupaten Ngada
Next Article Dokumen RPJMD Nagekeo Diduga Palsu

Related Posts

Polemik Rektor STIKES Nusantara Dikeluarkan dari Grup WhatsApp LLDIKTI Berakhir

16 April 2026

Mahasiswa Unika Ruteng Gelar Asistensi Paskah Berbasis Budaya di Stasi Mocok

12 April 2026

Belajar dari Wae Nenda, Ketulusan Umat Jadi Cermin Calon Pendidik

7 April 2026
Terkini

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.