Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»BEM Politeknik St Wilhelmus Boawae Temui Bupati Nagekeo
MAHASISWA

BEM Politeknik St Wilhelmus Boawae Temui Bupati Nagekeo

By Redaksi25 Juni 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Puluhan mahasiswa Politeknik St Wilhelmus Boawae sedang melakukan audiensi dengan Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do dan Wakil Bupati Nagekeo Marianus Waja dia aula Bupati Nagekeo (Foto: Arkadius Togo/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik St Wilhelmus Boawae menemui Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do dan Wakil Bupati Marianus Waja, Selasa (25/06/2019).

Sebelum melakukan audiensi dengan Bupati dan Wakil Bupati Nagekeo, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam BEM Politeknik St Wilhelmus Boawae bersama para dosen melakukan orasi di depan kantor bupati selama sekitar 10 menit.

Dalam audiensi, Ketua BEM Politeknik St Wilhelmus Boawae Ferdinandus Ceme
meminta Bupati Johanes Don Bosco Do untuk turun tangan membantu menyelesaikan sengketa dualisme di yayasan kampus tersebut.

Dualisme itu yakni terdapat dua kampus di satu fakultas St Wilhelmus Boawae. Keduanya yaitu kampus satu dan dua dengan dua kepengurusan. Begitu juga dosennya.

Menurut Ferdinandus, akibat persoalan dua kepengurusan itu Dikti membekukan sementara fakultas. Sehingga mahasiswa tidak diizinkan wisuda dan tidak menerima mahasiswa baru.

Bukan hanya itu, sengketa ini juga berimbas kepada para dosen dan tenaga pengajar fakultas menjadi dua kubu.

Bupati Nagekeo Johanes Don Bosco Do meminta para mahasiswa agar tetap fokus pada proses belajar. Hal itu ia sampaikan setelah mendapat jawaban bahwa proses belajar tidak tersendat akibat konflik tersebut.

Bupati Don meminta agar persoalan dualisme kepengurusan yayasan fakultas diselesaikan oleh para pengurus, bukan malah memanfaatkan mahasiswa untuk berdemo.

Bupati Don berjanji akan membantu para pengurus yayasan untuk menyelesaikan persoalan yang ada.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Ardy Abba

Nagekeo Politeknik St Wilhelmus Boawae
Previous ArticlePADMA Indonesia Dukung Mikael Polu untuk Usut Kasus Pemalsuan Tanda Tangan
Next Article 899 Atlet di NTT Ikut Popda

Related Posts

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026
Terkini

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.