Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Antologi Puisi Martinus Meli
Sastra

Antologi Puisi Martinus Meli

By Redaksi30 Juni 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi (Foto: Ist)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Amnesia

Kau menghidangkan waktu

Selepas sarapan pagi

Untuk berlayar hingga lupa kembali

 

Kau menghidangkan waktu

Selepas sarapan pagi

Hingga beranak cucu pergi dalam waktu

 

Kau menghidangkan sarapan pagi

Diam-diam mereka melukaimu tanpa kata

Lenyap tanpa alasan

 

Kau menghidangkan waktu sarapan pagi

Diam-diam si bungsu meminta jatah

Berfoya-foya dan berkeliaran tanpa pamit

Dan selesainya, si bungsu amnesia

Bahwa aku masih dalam pelukan sang Ayah

 

Amnesia, 16/05/2019

 

Aku

Aku pernah bermimpi tentang

Wanita yang diberi korban

Adalah kekasih semua orang

Ada yang menamakannya cinta

Dan Ada yang dinamakan kejahatan manusia

Bukankah demikian?

Aku pernah bertemu dengannya

Bertanya tentang perilakunya beberapa tahun lalu

Dan jawabannya ada pada para leluhur

Mereka mengatakan bahwa:

Mimpiku mengisahkan pengorbanan seorang gadis

Darahnya ditaburkan dengan isak tangis dan kebahagiaan

Sebab, gadis itu menyelamatkan satu kampung

Dan kami menamakannya Ine Pare (Ibu Padi)

Pematang sawah, 24 Juni 2019

Kembali

Aku menggigil kedinginan setelah bercumbu denganmu

Seperti uap yang mengalir tanpa tersisa

Melukai setiap persinggahan hingga hampir tuntas

Dan aku hampir mati di atas perutmu

Seperti itukah kembali pada rahimmu

Pulang mengenang akar kehidupan

Dan menenunnya kembali pada setiap langkah kehidupan

 

Magepanda, 24 Juni 2019

*Martinus Meli, mahasiswa semester 2 STFK Ledalero. Tinggal di Ritapiret. Karya tulisnya terinspirasi dari grup KOPI (KOMPAS PUISI).

Martinus Meli
Previous ArticleParade Puisi Chan Setu
Next Article Pendadaran Anggota Baru, THS-THM Keuskupan Ruteng Harus Jadi Garam dan Terang

Related Posts

Elegi Luka Sang Pemaaf

19 April 2026

Tentang Pintu Kiri dan Pintu Kanan di Surga

19 April 2026

Senja di Atas Batu Sisa

13 April 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.