Ini surat Arsenius Agung Ogi Ambar (19) yang diduga ditulis sebelum ia gantung diri (Foto: Pepy Kurniawan/ Vox NTT)

Ruteng, Vox NTT- Arsenius Agung Ogi Ambar (19) tega mengakhiri hidupnya dengan manggatung diri pada pohon depan rumahnya di Kelurahan Rowang, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai NTT, Minggu (07/07/2019) malam.

Pria asal RT 007/ RW 005 Kelurahan Rowang tersebut adalah putra sulung dari Florianus Menggot dan Lusia Hawut.

Tetangga korban, Fransiskus Pagung saat diwawancarai VoxNtt.com di rumahnya mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 20.30 Wita.

Menurut Fransiskus, awal mula kejadian itu ketika saksi atas nama Siprianus Sion hendak melintasi depan rumah korban.

“Saksi tersebut lewat depan rumah korban, dia datang dari rumah keluarganya untuk keluar beli rokok,” katanya.

Sesampainya di depan rumah korban, kata dia, saksi itu kaget setelah melihat korban yang sedang gantung di pohon.

Karena panik, saksi langsung menelepon keluarga korban untuk datang ke lokasi kejadian.

“Dia tadi menelepon keluarganya dari kios, karena dia takut,” ujarnya.

Baru sekitar pukul 21.00 Wita, korban berhasil dievakuasi oleh orangtuanya dan para tetangga.

Setelah itu, korban sempat dilarikan ke RSUD Ben Mboi Ruteng menggunakan sepeda motor. Namun, nyawa korban tidak sempat tertolong.

“Tadi sempat dibawa ke rumah sakit, tapi tidak lama karena memang sudah meninggal,” ungkapnya.

Arsenius Agung Ogi Ambar (19) (Foto: Istimewa)

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui penyebab korban melakukan aksi bunuh diri.

Sebelum melakukan aksi bunuh diri, korban sempat menuliskan surat.

Berikut isi suratnya yang ditulis dalam bahasa daerah Manggarai.

Deril dan Yuta jaga dia ise mama agu bapa.
Mama Bapa Deril Yuta :
Neka rabo eme toe manga kole aku one dunia.
Neka rabo mungkin selama hoo aku sering pande susah meu.
Deril aku nuk meu ase,
Yuta aku nuk meu ase.
Mama salam kut ise cua daku, salam kut ise.
Selamat jalan.
Ai toe manga guna kole aku mose cee dunia ho neka rabo.
Toe manga penting aku mose latang meu.
Aku sayang meu Bapa, Mama, Deril,Yuta.

[Deril dan Yuta jaga baik-baik Mama dan Bapa.
Mama, Bapa, Deril, Yuta : Maaf kalau saya tidak ada lagi ada di dunia ini,
Maaf kalau selama ini saya sering membuat kalian susah.
Deril saya ingat kalian adik.
Yuta saya ingat kalian adik.
Mama salam untuk mereka berdua dari saya, salam untuk mereka.
Selamat jalan.
Karena saya sudah tidak ada guna lagi hidup di dunia ini, Maaf.
Tidak penting lagi saya hidup untuk kalian.
Saya sayang kalian Bapa, Mama, Deril, Yuta]

Penulis: Pepy Kurniawan
Editor: Ardy Abba