Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Lima Kecamatan di TTU Masuk Daftar Merah Rawan Pangan
NTT NEWS

Lima Kecamatan di TTU Masuk Daftar Merah Rawan Pangan

By Redaksi25 Juli 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Dinas Sosial Kabupaten TTU, Simon Soge saat diwawancarai wartawan di ruang kerjanya beberapa waktu lalu (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu, Vox NTT-Sebanyak 5 kecamatan di Kabupaten TTU saat ini masuk dalam daftar merah daerah yang terancam rawan pangan.

Kelima kecamatan itu di antaranya; Kecamatan Insana Utara, Biboki Moenleu, Biboki Anleu, Insana Fafinesu dan Bikomi Nilulat.

“Kita masih fokus untuk pelayanan kita itu pada daerah Pantura yaitu Kecamatan Biboki Anleu, Moenleu, Insana Fafinesu, Kecamatan Insana Utara sebagian, sedangkan kecamatan lain itu Bikomi Nilulat masuk dalam prioritas satu untuk pelayanan,” jelas Kepala Dinas Sosial Kabupaten TTU, Simon Soge saat ditemui VoxNtt.com di ruang kerjanya beberapa waktu lalu.

Simon menjelaskan, rawan pangan yang terjadi saat ini lantaran curah hujan yang sangat sedikit pada musim tanam 2018/2019.

Akibatnya, petani di beberapa wilayah tersebut mengalami gagal tanam.

Untuk penanganan kecamatan yang mengalami rawan pangan tersebut, jelasnya, pemerintah menyediakan stok beras cadangan sebanyak 70 ton.

“Sementara ini juga bupati sudah ajukan permohonan ke gubernur untuk kewenangan gubernur 200 ton itu kita ajukan permintaan untuk membantu TTU,” tuturnya.

Simon menambahkan, untuk saat ini pihaknya sudah menyalurkan bantuan beras sebanyak 30 ton ke- 20 desa.

Ke-20 desa yang dibantu tersebut merupakan desa yang beberapa waktu lalu mengalami bencana kerusakan lahan pertanian, kebakaran, serta bencana sosial lainnya.

“Kurang lebih ada 20 desa yang sudah kita tangani,” katanya.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba

TTU
Previous ArticlePemprov dan Gereja Se-Nusra Komitmen Tuntaskan Kemiskinan
Next Article Dipanggil Berneo FC Usai Laga ETMC, Rivaldo Anu Didukung Pemda dan PSSI Matim

Related Posts

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Wakil Bupati Nagekeo Terjatuh dari Kuda Saat Penyambutan Peserta MTQ NTT

23 Juni 2026
Terkini

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.