Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Pemda Malaka Evaluasi Program Percepatan Penurunan Stunting
KESEHATAN

Pemda Malaka Evaluasi Program Percepatan Penurunan Stunting

By Redaksi7 September 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pertemuan lintas program dalam memerangi stunting di Aula Cinta Damai Hotel, Malaka, Jumat 06 September 2019
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT-Pemerintah daerah Malaka, NTT menggelar pertemuan lintas program demi mempercepat penurunan stunting di kabupaten itu.

Pertemuan ini dihadiri oleh berbagai perwakilan Puskesmas se-kabupaten Malaka serta semua stakeholders yang terkait di Aula Cinta Damai Hotel, Jumat (06/09/2019).

Hadir dalam kegiatan itu yakni Pengelolah Imunisasi, Kesling, Farmasi, Pengelolah Gizi, Para kepala Puskesmas, Bagian SP2P dan KIA masing-masing dari 20 Puskesmas yang ada di Malaka.

Salah satu topik masalah yang dibahas terkait evaluasi menyeluruh terkait percepatan penanganan stunting di kabupaten tersebut.

“Kita evaluasi agar masalah stunting di Malaka bisa cepat diatasi dan programnya bisa berjalan efektif dan efisien” kata Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Malaka, Ferry Fahik Kepada media VoxNtt.com.

Fery menegaskan salah satu hal yang dibicarakan adalah terkait kerja sama lintas sektor sehingga programnya tidak tumpang tindih dan bisa terukur.

Sementara Bupati Malaka, Stef Bria Seran beberapa waktu lalu menjelaskan, masalah stunting disebabkan oleh dua faktor yakni genetika dan asupan gizi.

Faktor genetik yang ia maksud adalah kebiasaan kawin-mawin yang monoton. Sementara terkait asupan gizi, banyak bayi dan balita yang terkena stunting akibat rendahnya asupan gizi dalam makanan.

“Perlu penyediaan makanan yang memadai. Lalu, perlu pengolahan dan distribusi yang bagus”, tandas Bupati Stef.

Untuk menyelesaikan masalah ini, Bupati Stef menyarankan semua sektor untuk bekerja sama, terutama dinas-dinas yang berhubungan langsung dengan mobilisasi kemakmuran rakyat.

Ia juga menginstruksikan dinas kesehatan untuk gencar melakukan sosialisasi ke tengah masyarakat.

Penulis: Frido Raebesi

Editor: Irvan K

Bupati Malaka Dinkes Malaka Malaka
Previous ArticleDiskusi Grup WA VoxNtt.com TTS: Jalan Provinsi Butuh Perhatian Serius DPRD
Next Article Mungkinkah Revolusi Pertanian Malaka Berdampak pada Kesejahteraan Rakyat?

Related Posts

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026

PPK Sebut Plafon Ambruk di Puskesmas Narang Tidak Masuk Pengerjaan Rehabilitasi

16 Mei 2026
Terkini

Polda Jawa Tengah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Gempa di Lengor

24 Agustus 2026

Karitas Keuskupan Ruteng Salurkan Bantuan untuk 11.907 Korban Gempa Flores

24 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

PT GAG Nikel Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di Manggarai Barat

23 Agustus 2026

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.