Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Gelapkan Dana PIP, Seorang Kepala Sekolah di TTS Kena OTT
HUKUM DAN KEAMANAN

Gelapkan Dana PIP, Seorang Kepala Sekolah di TTS Kena OTT

By Redaksi2 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi (Foto: Tempo)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Soe, Vox NTT-Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kepolisian Resor Timor Tengah Selatan (Polres TTS), Selasa (24/09/2019) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kecamatan Amanuban Selatan (Abansel).

Oknum yang terjaring dalam OTT tersebut ialah Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Amananuban Selatan, Seferinus Olin.

Kasatreskrim Polres TTS, Iptu Jamari kepada wartawan, Selasa (24/09/2019) mengatakan, penyidik Unit Tipikor Polres TTS, pimpinan Bripka Rudy Soik, telah menangkap dan menyerahkan tersangka ke Polres TTS.

Tersangka diduga telah menggelapkan Dana Program Indonesia Pintar (PIP) SMP Negeri 3 Amanuban Selatan sebesar Rp. 209.500.000.

“Tersangka dengan sengaja menyimpan dan menggunakan Dana PIP tersebut untuk kepentingan pribadi dan untuk memuluskan niat jahatnya. Tersangka menyampaikan bahwa uang tersebut disimpan di brankas di dalam ruang kepala sekolah yang terbakar,” jelas Jamari.

Mencium gelagat yang tidak baik dan informasi dari masyarakat, tambah Jamari, penyidik Unit Tipikor Polres TTS langsung melaksanakan OTT di rumah tersangka.

“Polisi mendapati uang dana PIP tersebut disimpan dalam lemari rumah. Selanjutnya tersangka dibawa ke Polres TTS untuk ditahan dan diproses secara hukum,” jelas Kasatreskrim Polres TTS ini.

Tersangka, jelas Iptu Jamari, diancam pasal 8 UU No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan acaman pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 150 juta dan paling banyak Rp. 750 juta.

Penulis: L. Ulan

Editor: Irvan K

TTS
Previous ArticleSetelah PPP, Gusti-Fidelis Daftar di Gerindra Mabar
Next Article Hutan Lindung di Cibal Kembali Terbakar

Related Posts

Kejari Manggarai Pastikan Kasus Eks Kadis DP3AKB Diproses Sesuai Prosedur

3 Agustus 2026

Bejo MY Sampaikan Hak Jawab, Bantah Lakukan Penganiayaan terhadap Nelayan

1 Agustus 2026

Diduga Aniaya Nelayan, Oknum Wartawan dan Seorang Waria di Nagekeo Dipolisikan

30 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.