Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Bapemperda Dorong Lahirkan Perda Tenun Ikat NTT
HUKUM DAN KEAMANAN

Bapemperda Dorong Lahirkan Perda Tenun Ikat NTT

By Redaksi10 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota DPRD NTT, Eman Kolfidus (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengagendakan untuk mendorong lahirnya Perda perlindungan kekayaan intelektual perempuan. Itu terutama tenun ikat di provinsi itu.

Hal ini disampaikan Ketua Bapemperda DPRD NTT, Eman Kolfidus kepada wartawan di Kupang, Kamis (10/10/2019).

Kolfridus mengatakan, pihaknya memandang penting untuk melindungi kekayaan intelektual kaum perempuan NTT dalam bentuk Perda.

“Karena di era modernisasi yang begitu cepat, kekayaan intelektual yang diwariskan generasi pendahulu ini mulai ditinggalkan, dimana perempuan generasi sekarang, banyak yang tidak tertarik untuk menenun,” ujarnya.

Padahal di era sebelumnya kata dia, hampir semua perempuan dewasa terlibat dalam kegiatan menenun.

Bahkan, perempuan yang dapat menenun pertanda yang bersangkutan sudah dewasa dan siap atau boleh menikah.

“Jika kita tidak ambil tindakan untuk menyelamatkan kekayaan intelektual ini, suatu saat tenun ikat hasil karya perempuan NTT akan punah,” katanya.

Ancaman lain yang sedang dihadapi lanjut dia, adalah praktik plagiasi yang dilakukan pihak lain. Motif tenun ikat NTT dengan melakukan berbagai plagiasi dan mengklaim sebagai produk mereka.

“Kehadiran rancangan Perda dimaksud untuk menjaga pelestarian tenun ikat NTT sekaligus memperkuat ekonomi perempuan penenun dan ekonomi keluarga,” tutur politisi PDIP itu.

Ia menegaskan, sangatlah ironis di tengah kegelisahan akan kepunahan tenun ikat akibat banyak perempuan tidak lagi tertarik menenun. Menurutnya, dunia gencar mencari karya tenun ikat asli NTT.

“Bahkan desainer ternama menjadikan tenun ikat NTT untuk kepentingan fashion show. Nilai beli terkait kepentingan ini pun sangat tinggi. Karena itulah perlindungan akan tenun ikat dalam bentuk produk hukum perda tentunya sangat penting,” tandasnya.

Ia meminta masyarakat untuk urun rembuk menyikapi isu strategis ini karena menyentuh hajat hidup masyarakat, terutama kaum perempuan.

“Apalagi semua daerah memiliki karya tenun ikat dengan masing-masing motif tenun,” jelas Eman.

Rancangan Perda itu tambah Eman, akan dibahas secara detail dalam rapat bersama komisi terkait.

“Ada dua alternatif, usulannya didorong melalui Bapemperda atau Komisi V yang membidangi produk rancangan perda dimaksud,” ungkapnya.

Ia menambahkan, prinsipnya rancangan Perda itu menjadi agenda prioritas sebagai usulan inisiatif lembaga dewan.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Kota Kupang
Previous ArticlePilkada 9 Kabupaten di NTT, PDIP Bakal Lakukan Survei Terhadap Balon
Next Article Oknum Wartawan di Matim Diduga Minta Uang ke ASN, AJI Kupang: Itu Sudah Mencederai Profesi Jurnalis

Related Posts

Kejari Manggarai Pastikan Kasus Eks Kadis DP3AKB Diproses Sesuai Prosedur

3 Agustus 2026

Bejo MY Sampaikan Hak Jawab, Bantah Lakukan Penganiayaan terhadap Nelayan

1 Agustus 2026

Diduga Aniaya Nelayan, Oknum Wartawan dan Seorang Waria di Nagekeo Dipolisikan

30 Juli 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.