Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Kreasi Kelompok PKH Wemeda Harus Jadi Contoh Bagi Desa Lain
NTT NEWS

Kreasi Kelompok PKH Wemeda Harus Jadi Contoh Bagi Desa Lain

By Redaksi11 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kelompok pemberdayaan PKH Desa Wemeda bersama pendamping PKH dan Korkab PKH Malaka
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT- Kelompok program keluarga harapan (PKH) Desa Wemeda, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka mengembangkan kerajinan tangan.

Kelompok yang beranggotakan 27 orang itu dikenal dengan sebutan “Manis Pemberdayaan Gerabah”.

Kelompok ini dibagi ke dalam dua bagian. Ada kelompok Gerabah berjumlah 12 orang dan kelompok tenun sebanyak 15 orang.

Pendamping PKH Desa Wemeda Emiliana Candida Dopo mengatakan, kelompok dampingannya itu mengembangkan kerajinan tangan berupa menenun kain dan gerabah.

“Ada tenun ikat juga dalam kelompok pemberdayaan ini. Jadi PKH itu bukan hanya mengurus dan menerima uang saja, tapi masih banyak program yang mungkin belum diketahui masyarakat,” tutur Emiliana kepada VoxNtt.com saat bertemu di tempat pemberdayaan kerajinan lokal kelompok Manis Pemberdayaan Gerabah di Desa Wemeda, Kamis (10/10/2019).

Ia mengaku, selain pemberdayaan kerajinan lokal, pihaknya juga mengurus anak sekolah, lansia dan orang-orang cacat.

Di tempat yang sama koordinator kabupaten (Korbab) PKH Malaka, Johanis Bria memuji kelompok pemberdayaan dari PKH Desa Wemeda ini.

Menurut Johanis, para anggota kelompoknya menjalan program kerajinan tangan sangat baik.

“Mereka menjalankan program dengan sangat baik. Ini akan menjadi contoh untuk desa lainnya. Bahwasannya pemberdayaan ini melatih kelompok untuk bisa menciptakan suatu kerajinan yang bisa dijual,” kata Johanis.

Kreasi ini kata dia, tentu saja bakal menambah penghasilan keluarga anggota kelompok. Apalagi lanjutnya, Bupati Malaka Stefanus Bria Seran merespon baik ekonomi kerajinan dalam programnya.

Terpisah, ketua Kelompok Manis Pemberdayaan Gerabah, Maristela Tulak mengatakan, program PKH terbaik dan sangat membantu masyarakat kecil.

“Apalagi kami yang ibu rumah tangga biasa. Dengan adanya pemberdayaan kerajinan lokal ini, kami bisa berlatih membuat segala macam kerajinan,” kata Maristela.

Penulis: Frido Raebesi
Editor: Ardy Abba

Desa Wemeda Malaka
Previous ArticlePolisi Amankan Empat Pelaku Pencurian 7 Buah HP di Reo
Next Article Pembangunan Pariwisata Harus Berkelanjutan

Related Posts

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Wakil Bupati Nagekeo Terjatuh dari Kuda Saat Penyambutan Peserta MTQ NTT

23 Juni 2026
Terkini

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.