Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Kejati NTT Dapat Banyak Laporan Ada Desa di Malaka yang KKN
VOX DESA

Kejati NTT Dapat Banyak Laporan Ada Desa di Malaka yang KKN

By Redaksi31 Oktober 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Para kepala desa di Kabupaten Malaka pose bersama seusai mengikuti rapat bersama dengan Kejati NTT di Glory Hall Betun, Selasa (29/10/2109) (Foto : Frido Umrisu Raebesi/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT- Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur dikabarkan telah banyak menerima laporan bahwa ada desa di Kabupaten Malaka yang melakukan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Hal itu diungkapkan Kasi Ideologi Politik, Pertahanan dan Keamanan pada Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi NTT M. Nur Eka Firdaus, ketika memberi sosialisasi kepada 12 camat dan 127 kepala desa, penjabat kepala desa, BPB, admin desa di Glori Hall, Tubaki Betun, Kabupaten Malaka, Selasa (29/10/2019).

”Saya juga mendapat laporan ada desa di Malaka yang KKN. Contoh, Kepala Desa bapaknya, bendahara anaknya, jadi mereka menggunakan dana desa semaunya dan seenaknya saja. Laporan yang saya terima akan segera ditindaklanjuti dan saya harap dengan sosilisasi ini dapat membuat para Kepala Desa selalu berkoordinasi dengan Dinas BPMD untuk memperbaiki semua apa yang dikatakannya, sehingga tidak ada yang masuk di hotel prodeo,” tegas Firdaus.

Firdaus juga mengaku sudah banyak mendapatkan laporan bahwa sebagian besar Kepala Desa di Kabupaten Malaka belum begitu memahami cara yang benar dalam dana desa.

Ia pun meminta Kepala Desa di Kabupaten Malaka agar Dana Desa digunakan sebagaimana mestinya

Terpisah, Sekda Malaka Donatus Bere mengatakan, kegiatan ini sangat penting untuk keberlanjutan pemerintahan desa di kabupaten itu.

“Kepala Desa kadangkala mengikuti rapat hanya bertahan satu jam, setelah itu ada yang mininggalkan tempat kegiatan. Ada juga Kepala Desa yang tidak hadir dan tidak bisa diatur. Jika tidak bisa dibina, lebih baik dibinasakan,” tegas Donatus Bere.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba

Kejati NTT Malaka
Previous ArticleFasilitas Kurang, Pimpinan DPRD Mabar Belum Bisa Tempati Rumah Jabatan
Next Article Kawal Kasus Noviana, DPRD Malaka: Terima Kasih Para Wartawan

Related Posts

Isno Baco Ajak Warga Desa Pinggang Berpolitik “Riang Gembira” pada Pilkades 2026

2 Juni 2026

Maju Pilkades Loce, Wilibrodus Rian Usung Penguatan Pertanian hingga Wisata Budaya

1 Juni 2026

Teodorus Weke Gelar Ritus Adat dan Minta Restu Leluhur Jelang Pilkades Wae Mulu

28 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.