Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Bertemu di Kafe pada Jam Kantor, Pengamat: Kadar Kualitas Etis Patut Digugat
NTT NEWS

Bertemu di Kafe pada Jam Kantor, Pengamat: Kadar Kualitas Etis Patut Digugat

By Redaksi8 November 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Lasarus Jehamat, pengamat sosial politik Undana Kupang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Pertemuan Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, Kejari Manggarai, Kadis PUPR Matim Yosep Marto dan Danramil Borong di sebuah kafe, Rabu (06/11/2019), menjadi teka-teki.

Terlepas agenda apa yang tengah dibahas oleh para pemangku kebijakan itu, namun mirisnya pertemuan itu justru berlangsung saat jam kantor.

Pengamat Sosial Politik Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang Lasarus Jehamat menilai sangat tidak etis ketika para pemimpin publik ini melakukan pertemuan di kafe.

“Kadar kualitas etis pemimpin politik patut digugat dan layak dipertanyakan,” ujar Jehamat kepada VoxNtt.com, Jumat (08/11/2019).

Baca Juga: Tak Merespons Wartawan, Ande Agas Bertemu Jaksa di Kafe

“Pertanyaannya, mengapa harus bertemu di kafe jika itu berurusan dengan dinas? Kan sederhana saja. Kalau terjadi seperti itu, langkah seperti itu hanya dapat dihubungkan sejauh memahami banyaknya kasus yang sedang dihadapi bupati selama ini,” tambahnya.

Oleh karena kata dia, semua pihak harus membuka mata tidak boleh diam. Sebab, bagi Jehamat perilaku seperti ini amat disayangkan.

Selain Jehamat, Praktisi Hukum Universitas Katolik Indonesia St Paulus Ruteng, Laurentius Ni, juga angkat bicara.

“Kalau saya melihat mereka pertemuan di kafe itu hal biasa tetapi menjadi tidak etis ketika para pemimpin ini justru bertemu di sana,” ujar Laurentius kepada VoxNtt.com.

Momen itu pun kata dia, menjadi pertanyaan banyak orang. Apalagi dengan mencuatnya masalah di Manggarai Timur seperti proyek jalan di Lamba Leda, pembabatan mangrove di Borong dan tambang di padang Mausui yang belum mengantongi izin.

“Kalau silahturami kenapa tidak ke kantor atau rumah, ini malah ke kafe, banyak orang yang menyaksikan. Apalagi pada saat jam kantor,” tukasnya.

Sebelumnya, melalui pesan WhatsApp, Rabu 6 November 2019 pagi, VoxNtt.com berusaha menghubungi Bupati Agas untuk mengkonfirmasi terkait pencatutan nama dirinya di balik eksploitasi tambang di padang Mausui.

VoxNtt.com juga mendatangi kantor bupati untuk menemui Bupati Agas pada pukul 11.00 Wita.

Namun informasi yang diperoleh Bupati Agas sedang berada di luar bersama kepala Kejari Manggarai, Kepala Dinas PUPR Manggarai Timur (Matim) dan dan Danramil Borong di sebuah kafe.

Lantas tidak mendapat jawaban VoxNtt.com kembali menghubungi Bupati Agas melalui pesan WhatsApp untuk menanyakan kebenaran informasi tersebut. Namun pesan tersebut hanya dibaca saja.

VoxNtt.com juga sudah berusaha untuk menelepon Bupati Agas. Teleponnya masuk, namun tidak dijawab.

Penulis: Sandy Hayon
Editor: Ardy Abba

Agas Andreas Lasarus Jehamat Laurentius Ni Manggarai Timur Matim
Previous ArticleKelas Awal Kunci Kualitas Pendidikan
Next Article Lakalantas di Wae Laku Borong, Satu Orang Tewas

Related Posts

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Wakil Bupati Nagekeo Terjatuh dari Kuda Saat Penyambutan Peserta MTQ NTT

23 Juni 2026
Terkini

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Padma Indonesia Kecam Dugaan Intimidasi Warga Tonggurambang Terkait Rencana Pembangunan Fasilitas Militer

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.