Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Kelas Awal Kunci Kualitas Pendidikan
Pendidikan NTT

Kelas Awal Kunci Kualitas Pendidikan

By Redaksi8 November 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Penutupan Festival Literasi di aula Susteran SSpS Atambua (Foto: Marcel Manek/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT- Pendidikan kelas awal adalah kunci terciptanya kualitas pendidikan.

Sebab, semua jenjang pendidikan yang lebih tinggi diawali dari pendidikan dasar terutama pendidikan kelas awal.

Di kelas awal peserta didik dikenalkan dengan kemampuan literasi yang meliputi pengetahuan membaca, menulis dan berhitung.

Karena itu, proses belajar pada pendidikan awal harus benar-benar diperhatikan terutama kemampuan literasi anak-anak peserta didik.

Menyadari akan pentingnya literasi bagi anak-anak di perbatasan RI-RDTL, Yayasan Sayangi Tunas Cilik sebagai partner Save the Children terus melakukan upaya membangun kesadaran dan pengetahuan anak-anak dan masyarakat Kabupaten Belu melalui program Ceria 2.

Melalui program Ceria 2, Save the Children bersama masyarakat pedesaan di Belu telah melakukan banyak kegiatan yang fokus pada isu anak seperti pendampingan PAUD, penyediaan dan pendampingan rumah baca dan juga melakukan berbagai kegiatan guna menanamkan dan memumbuhkan kemampuan literasi pada anak-anak sebagai generasi penerus.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah festival literasi.

Demikian penjelasan Ferdinand Riwu selaku Project Officer Ceria 2, dalam kegiatan penutupan festival literasi di Atambua, Jumat (08/11/2019).

Festival literasi di Kabupaten Belu dilaksanakan sejak 30 Oktober 2019, dimana banyak kegiatan dan lomba yang diselenggarakan baik bagi anak-anak, guru maupun orangtua.

Diharapkan, dengan pelaksanaan festival dan lomba yang melibatkan orangtua dan guru, dapat meningkatkan kemampuan guru, serta meningkatkan partisipasi orang dewasa dalam mendukung kemampuan literasi yang lebih baik untuk pemenuhan hak anak.

Selain itu, melalui festival literasi anak-anak diberi kesempatan untuk berekspresi dan menyuarakan hak-hak mereka.

Karena kemampuan literasi sangat penting bagi anak-anak, orangtua, dan guru. Save the Children sendiri berharap agar pemerintah daerah terus melakukan pendampingan agar program literasi dapat terus berjalan apabila program Ceria 2 berakhir nanti.

“Karena program ini akan berakhir tahun depan, kami minta dukungan pemerintah daerah untuk memberikan dukungan agar program-program yang sudah kami gagas selama enam tahun dapat dilanjutkan, sehingga kemampuan literasi anak-anak terus diasah dengan memanfaatkan pos baca yang selama ini sudah berjalan,” ujar Ferdinand.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Belu Sipri Temu, yang hadir dalam talks show penutupan festival literasi mengungkapkan, literasi adalah kemampuan pribadi dalam hal membaca, menulis dan berhitung.

Diakuinya literasi bisa berjalan baik apabila mendapat dukungan serta kerja sama antara guru, orangtua dan lingkungan.

“Dari sisi kebijakan, kami sebagai lembaga siap memberikan dukungan dalam hal kebijakan baik regulasi maupun anggaran. Kami segera diskusi dengan dinas rerkait untuk peningkatan anggaran, pemerataan tenaga guru serta pengadaan buku-buku baca,” kata Sipri.

Penulis: Marcel Manek
Editor: Ardy Abba

Belu
Previous Article111.040 Anak NTT Putus Sekolah
Next Article Bertemu di Kafe pada Jam Kantor, Pengamat: Kadar Kualitas Etis Patut Digugat

Related Posts

SDN Cipedak 01 dan SMP IL Kapten Fatubaa Wakili Indonesia di Ajang AIA Healthiest Schools Asia Pasifik 2026

2 Juni 2026

“Dari Benih ke Pohon”, SMK Negeri 3 Komodo Terus Tumbuh di Usia yang ke-6 Tahun

21 Mei 2026

Bedah Buku “Gigih” Warnai Puncak Expo Pendidikan Manggarai Timur

11 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.