Keluarga almarhum Anselmus Wora sedang melaksanakan ritual adat sebelum membongkar kubur almarhum untuk kepentingan autopsi (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
alterntif text

Ende, Vox NTT-Keluarga besar almarhum Anselmus Wora (45), korban yang meninggal dunia di Dusun Ekoreko, Desa Rorurangga, Kecamatan Pulau Ende, Kabupaten Ende, Flores, NTT menggelar ritual adat sebelum menjalankan autopsi, Rabu (26/11/2019) siang.

Ritual yang dipimpin langsung oleh tetua adat tersebut dilaksanakan di Perkuburan Aebambu, Kecamatan Ende Tengah. Ritual ditandai dengan penyembelian hewan (babi) sebagai kurban.

Disaksikan wartawan, puluhan perwakilan keluarga besar almarhum tampak mengelilingi kubur dan turut merayakan ritual adat. Acara itu disaksikan beberapa aparat di bawah pimpinan Waka Polres Ende Kompol Dance Elias Day di disekitar lokasi.

Sementara, keluarga lain berada di luar area perkuburan yang dibatasi garis polisi pertama termasuk istri almarhum Ansel Wora, Margaretha Yeni Suwo. Sementara warga berada di luar garis polisi kedua yang dikawal ketat oleh aparat kepolisian.

Dalam tata cara pelaksanaan autopsi yang diperoleh VoxNtt.com bahwa setelah acara ritual adat, keluarga membongkar kubur almarhum Ansel Wora.

Selanjutnya, akan diserahkan ke tim Labfor untuk dilaksanakan autopsi di sekitar perkuburan. Kemudian diserahkan kembali ke keluarga untuk dilakukan pemakaman secara tata cara Katolik.

Untuk diketahui, proses autopsi dilakukan atas permintaan penyidik. Keluarga merelakan jasad almarhum diautopsi dengan harapan agar kasus kematian Anselmus dibuka ke publik.

Selain itu, persetujuan keluarga untuk kepentingan autopsi diserahkan ke polisi sebab proses penanganan kasus itu sudah naik ke tahap penyidikan.

“Keluarga memang mengharapkan demikian bahwa kasus ini terbuka lebih jelas dan kita bisa mengetahui apa motif di balik itu semua,” ucap Hendrikus Seni, kakak kandung korban kepada awak media di Mapolres Ende, belum lama ini.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

alterntif text