Suasana di posko peduli guru teko yang dibangun oleh PMKRI Cabang Kefamenanu di depan Kantor Bupati TTU, Kamis, 05 Desember 2019 (Foto: Eman Tabean/Vox NTT)
alterntif text

Kefamenanu, Vox NTT-Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Kefamenanu membangun posko peduli guru tenaga kontrak (Teko) di depan Kantor Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Kamis (05/12/2019).

Posko tersebut dibangun setelah upaya para aktivis PMKRI saat menggelar aksi demonstrasi untuk berdialog dengan Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes tidak berhasil.

Yohanes Naihati selaku Korda PMKRI Regio Timor saat diwawancarai wartawan menuturkan, pembangunan posko peduli guru Teko tersebut menjadi salah satu tuntutan mereka yang tertuang dalam pernyataan sikap.

Di dalam pernyataan sikap, jelasnya, posko akan dibangun, apabila tuntutan PMKRI agar dalam 7 hari gaji para guru Teko tersebut harus dibayarkan oleh Pemkab TTU.

“Tetapi karena tuntutan kita untuk berdialog dengan pimpinan daerah tidak dipenuhi, maka kita putuskan untuk membangun posko peduli Teko saat ini juga,” tegas mantan Ketua Presidium PMKRI Cabang Kefamenanu itu.

Yohanes menuturkan, dana yang dialokasikan oleh DPRD dan Pemda TTU pada tahun anggaran 2019 hanya untuk 525 guru Teko.

Namun pada bulan September lalu, jelas dia, Pemkab TTU telah mengeluarkan SK untuk guru Teko sebanyak 1712 orang.

Sehingga, tegas dia, PMKRI mendesak Pemkab TTU untuk membayar gaji seluruh guru yang telah menerima SK sebagai tenaga kontrak.

“Entah uangnya darimana kami tidak tahu, pemerintah harus tetap membayar gaji 1712 Teko Guru yang sudah terima SK,” tegasnya.

Pantauan VoxNtt.com, hingga berita ini diturunkan, para aktivis mahasiswa tersebut masih terus bertahan di posko yang sudah dibangun.

Penulis: Eman Tabean
Editor: Ardy Abba