Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Feature»Kisah Polisi Roni dan ‘Simpanan Uang Rokok’ Wanita ODGJ di Maumere
Feature

Kisah Polisi Roni dan ‘Simpanan Uang Rokok’ Wanita ODGJ di Maumere

By Redaksi12 Desember 20193 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Roni Rama, Kanit Tipiter Satreskrim Polres Sikka berinisiatif menabung uang milik seorang ODGJ di Maumere bernama Ina. (Foto: Dok. Pribadi)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT– Saya sedang duduk di bawah pohon beringin di pelataran Polres Sikka ketika seorang wanita paruh baya berpakaian lusuh masuk ke Pos Jaga SPKT Polres Sikka.

Ia menyerahkan uang lembaran Rp 10.000 kepada petugas yang berjaga.

Si polisi yang tampaknya baru bertugas tersebut terlihat kebingungan. Beberapa polisi lain lantas berteriak “Ina…Ina. Itu Ina kasi uang, terima saja. Nanti kasi di Roni”.

Kejadiannya berlangsung cepat. Perempuan yang dipanggil Ina, yang datang menyerahkan uang pun langsung pergi meninggalkan Polres Sikka sambil membuat gerakan-gerakan aneh.

Belum habis rasa ingin tahu saya seorang polisi lain menyeletuk, “Itu Ina. Dia biasa antar uang ke sini. Kami sudah tahu jadi nanti langsung kasi di Roni yang simpan,” terang salah satu polisi yang tidak diketahui namanya.

‘Uang Rokok’

Roni Rama, yang saya temui sesudah itu mengatakan perkenalannya dengan Ina terjadi sejak tahun 2017.

Kala itu, Ina beberapa kali datang menghampiri Roni dan beberapa rekannya yang sedang duduk di bawah pohon beringin di pelataran Polres Sikka.

“Sering dia datang ajak omong tetapi diberi nasi bungkus dia tidak mau. Dia hanya serahkan uang,” terang Kanit Tipiter Satreskrim Polres Sikka tersebut kepada VoxNtt.com beberapa waktu lalu.

Roni berasal dari Sabu Raijua dan telah bertugas di Polres Sikka sejak tahun 2004. Roni mengaku fasih berbahasa Sabu dan karenanya bisa membangun keakraban dengan Ina yang juga berasal dari Sabu.

“Kebetulan saya bisa bahasa Sabu jadi kami bercerita dalam bahasa Sabu,” terangnya.

Ina menyebut uang pemberiannya sebagai uang rokok. “Dia bilang polisi kan kerja berat jaga keamanan. Jadi rokok harus terjamin. Uang yang dia berikan itu semacam uang rokok,” tutur Roni.

Roni awalnya tentu heran namun setelah memahami kondisi kejiwaan Ina, dirinya pun memaklumi dan memutuskan untuk menyimpan uang pemberian Ina.

Sejak saat itu setiap kali Ina datang menyerahkan uang ke Polres, uang tersebut akan diteruskan ke Roni.

Polisi lainnya, Ferdinandus Yoris yang juga bertugas di Satreskrim Polres membenarkan keterangan Roni.

“Kami disini semua sudah tahu dan saling mengingatkan kalau Ina serahkan uang nanti diteruskan ke Om Roni,” ungkapnya.

Tidak setiap hari Ina datang. Namun, setiap Minggu sekurang-kurangnya satu sampai dua kali, Ina akan singgah di Polres.

Informasinya Ina tinggal di Lorong Ayam, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok. Sehari-harinya Ina diketahui sering mendapatkan uang dari orang-orang yang menggunakan jasanya sebagai tukang urut atau pun tukang cuci.

Hampir Rp 10 juta

“Dia pernah beri uang Rp 300.000. Itu yang paling tinggi. Paling rendah itu Rp 2000,” terang Roni.

Uang pemberian tersebut akan diteruskan ke Roni. Totalnya hampir mencapai Rp 10 juta. Sampai dengan Oktober 2019, total uang yang disimpan Roni adalah sebesar Rp 9.127.000.

Pernah suatu waktu, Roni menyampaikan ke Ina terkait uang yang disimpannya. Tanggapan Ina di luar dugaan.

“Dia tidak tahu soal itu uang. Saya sampaikan tetapi Ina tidak nyambung. Dia hanya mengeluh sedang sakit dan sudah tua jadi mau pulang ke Sabu. Dia butuh biaya dan karenanya mau jual dia punya tanah,” ujar Roni.

Akan tetapi, Ina tidak jadi pulang. Sebaliknya, dia masih terus ke Polres untuk memberikan ‘uang rokok’.

Oleh karenanya, Roni mencoba cara lain melalui kenalan sesama orang Sabu di Maumere dan kepada majelis serta jemaat Gereja GMIT Kalvari Maumere.

“Saya pesan di mereka bahwa kalau ada apa-apa dengan Ina tolong beritahu saya. Kalau dia sakit atau apa. Saya beritahu juga saya ada simpan dia punya uang,” ungkapnya.

Roni belum sempat berkunjung ke rumah Ina. Namun, sampai dengan berita ini diturunkan Ina masih terus mengantar uang ke Polres Sikka.

“Saya sudah beri tahu istri dan anak-anak bahwa uang yang saya simpan itu uangnya Ina,” terangnya.

Penulis: Are De Peskim

Editor: Irvan K

ODGJ ODGJ NTT Polres Sikka Sikka
Previous ArticlePria di Nagekeo Ini Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap 13 Anak
Next Article Diduga Hina PMKRI, Pemilik Akun Facebook Maxi Diadukan ke Polres TTU

Related Posts

Dari Pengalaman Pribadi, Mariana Kini Setia Merawat Harapan ODGJ

27 Maret 2026

Ketua DPW NasDem NTT Lantik Pengurus DPC di 21 Kecamatan se-Kabupaten Sikka

13 Maret 2026

Kementerian HAM Kawal Pemenuhan Hak 13 Korban TPPO Asal Jawa Barat di Sikka

10 Maret 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.