Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Viral! Ibu Hamil di Ende Ini Digotong dan Melahirkan di Pondok
HEADLINE

Viral! Ibu Hamil di Ende Ini Digotong dan Melahirkan di Pondok

By Redaksi12 Desember 20192 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bidan Agustina sedang menggendong bayi Karolina setelah melahirkan di sebuah pondok di Desa Hangalande (Foto: Burgis)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Seorang ibu hamil, Karolina Karo (37) asal Desa Liselande, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Ende, Flores, NTT terpaksa melahirkan di sebuah pondok di Desa Hangalande, Kotabaru, Kamis (12/12/2019) sekitar Pukul 07.00 Wita.

Kelahirannya dibantu oleh Agustina Lita, seorang bidan tenaga suka rela Desa Liselande.

Informasi yang dihimpun, awalnya ibu hamil tersebut berencana menuju ke Puskesmas Kotabaru yang jarak sekitar 20 kilometer.

Mereka menggunakan dua kendaraan sepeda motor. Ia didampingi suaminya Sebatianus Bedu, bidan Agustina serta seorang pemuda lainnya.

Perjalanan cukup ekstrem karena dikabarkan akses jalan yang tidak memadai. Beberapa ruas jalan nampak rusak parah.

Sekitar 3 kilometer jarak dari rumahnya, Karolina mengeluh kesakitan dan ingin melahirkan. Mereka bersepakat berhenti lantas bergotong Karolina ke sebuah pondok sekitar.

Dibantu oleh bidan Agustina, Karolina akhirnya melahirkan di pondok tersebut. Setelah melahirkan, ibu dan bayi tersebut kemudian diantar ke Pustu Hangalande untuk dirawat.

Bidan Agustina sedang membantu Karolina dalam proses persalinan di sebuah pondok di Desa Hangalande, Kotabaru (Foto: Burgis)

Informasi yang dihimpun VoxNtt.com, kondisi kesehatan ibu dan bayi dikabarkan baik. Hanya butuh untuk perawatan selanjutnya.

Mereka bergotong Karolina, seorang ibu hamil yang tengah menjalani proses persalinan di sebuah pondok (Foto: Burgis)

Virgilius Kami, Anggota DPRD Ende menyatakan bahwa kejadian serupa rentan terjadi di wilayah tersebut. Termasuk beberapa desa lain seperti Desa Hangalande, Desa Tiwusora dan Desa Liselande.

Hal ini disebabkan letak pemukiman jauh dari Puskesmas serta akses jalan yang belum memadai.

“Di sana memang ada pustu. Tapi sudah tidak layak lagi karena bangunan sudah tua. Lalu jalan belum memadai, belum aspal dan bebatuan,” tutur Virgil kepada wartawan di Ende, Kamis siang.

Ia berharap, kondisi ini perlu diperhatikan secara serius oleh pemerintah untuk menyelamatkan keselamatan ibu dan anak.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticlePenjual Makanan Kedaluwarsa Bisa Dipidana
Next Article DPRD Tidak Diundang dalam Konsultasi Publik Lahan 400 Hektare BOPLBF

Related Posts

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026

PPK Sebut Plafon Ambruk di Puskesmas Narang Tidak Masuk Pengerjaan Rehabilitasi

16 Mei 2026

Plafon Puskesmas Narang Ambruk Saat Pelayanan, Petugas Soroti Proyek Rehabilitasi

15 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.