Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Kritisi Pembangunan yang Mangkrak, Aparat Desa Biau Malaka Malah Dipecat
VOX DESA

Kritisi Pembangunan yang Mangkrak, Aparat Desa Biau Malaka Malah Dipecat

By Redaksi19 Januari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Proyek pembangunan di Desa Biau, Kecamatan Io Kufeu yang mangkrak dari tahun lalu. (Foto: Agustinus Manek)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT- Sial menimpa Agustinus Manek. Aparat Desa Biau, Kecamatan lo Kufeu, Kabupaten Malaka ini diberhentikan dari jabatannya sebagai kepala seksi kesejahteraan.

Agustinus dipecat atas rekomendasi Camat lo Kufeu melalui surat keputusan (SK) dengan nomor: 148/03/I/2020.

Dalam isi SK tersebut dilampirkan alasan dasar pemberhentian Agustinus. Alasannya karena dia tidak ada dedikasi yang beretika dan tidak loyal dalam kerja sama pembangunan di Desa Biau. Sebab itu, ia diberhentikan terhitung mulai tanggal 20 Januari 2020.

Di balik pemecatan tersebut terdapat alasan piluh. Menurut Agustinus, ia dipecat karena mengkritisi kinerja Pemerintah Desa Biau pada sejumlah item pembangunan.

Itu seperti pembangunan rumah layak huni, jalan rabat dan lainnya yang dinilai Agustinus dari tahun-tahun sebelumnya belum rampung.

Ia pun menyanyangkan tindakan pemecatan oleh Pemerintah Desa Biau tersebut. Bahkan, ia menyebut Pemerintah Desa Biau anti terhadap kritikan yang tujuannya membangun.

“Saya tanya soal hambatan pembangunan di Desa Biau yang sampai hari ini tidak selesai pembangunannya. Maksud saya agar aparat desa dan masyarakat tahu alasannya mengapa proyeknya mangkrak. Eh, malah diberhentikan dari aparat,” cerita Agustinus kepada VoxNtt.com, Minggu (19/01/2020).

Dalam Musrenbangdes di Desa Biau pada 13 Januari 2020 lalu, Agustinus melayangkan protes keras terhadap adanya program rumah bantuan dari Provinsi NTT yang berjumlah 5 unit.

Dia protes lantaran usulan dari Pemdes Biau yang menginginkan adanya swadaya dari calon penerima rumah bantuan.

Menurut Agustinus, bantuan seperti itu tidak boleh dibebankan lagi kepada calon penerima bantuan. Ia beralasan kegagalan proyek tahun lalu juga karena ada swadaya dari calon penerima, sehingga sampai hari ini belum selesai.

Proyek pembangunan di Desa Biau, Kecamatan Io Kufeu yang mangkrak dari tahun lalu. (Foto: Agustinus Manek)

“Saya tidak setuju ada swadaya karena nanti menghambat pembangunannya. Masyarakat penerima manfaat tidak sanggup swadaya, kemudian bangunan rumahnya tidak tuntas seperti ini kali-kali sebelumnya. Makanya daripada mangkrak nantinya, apa salahnya Kades dengan dana ADD-nya bisa atasi semuanya,” sambung Agustinus.

Agustinus merasa dirugikan dengan pemberhentian dirinya dari aparat desa. Padahal, kata dia, pengabdiannya adalah murni untuk pembangunan Desa Biau.

“Saya tidak melakukan kesalahan fatal dan langsung diberhentikan. Ada apa ini?” protes Agustinus.

Parahnya, ungkap dia, walaupun banyak proyek pembangunan desa yang mangkrak, tetapi Kades Biau Yanuarius Primus Un malah membelanjakan alat musik yang diduga memakai Dana Desa tanpa dimusyawarakan di forum resmi.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan Kades Biau Yanuarius Primus Un belum berhasil dikonfirmasi. Dihubungi melalui teleponnya, namun sedang tidak aktif.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba

Desa Biau Malaka
Previous ArticleNatal Bersama IKAPORATIM Kupang, Anak-anak Diberi Peran Jadi Penutur Adat Manggarai
Next Article Warga Nginamanu Ngada Tewas Tersambar Petir

Related Posts

Isno Baco Ajak Warga Desa Pinggang Berpolitik “Riang Gembira” pada Pilkades 2026

2 Juni 2026

Maju Pilkades Loce, Wilibrodus Rian Usung Penguatan Pertanian hingga Wisata Budaya

1 Juni 2026

Teodorus Weke Gelar Ritus Adat dan Minta Restu Leluhur Jelang Pilkades Wae Mulu

28 Mei 2026
Terkini

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.