Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Warga Nida Sewa Jasa Ojek Rp 50 Ribu untuk Angkut Air Bersih
Regional NTT

Warga Nida Sewa Jasa Ojek Rp 50 Ribu untuk Angkut Air Bersih

By Redaksi30 Januari 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kepala Desa Nida, Berno Nober sedang menjelaskan persoalan mata air yang dialami oleh warga tiga desa di Detukeli (Foto: Ian Bala/VoxNTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Warga Desa Nida, Kecamatan Detukeli, Kabupaten Ende harus menghabiskan biaya Rp 50 ribu tiap hari untuk kepentingan air bersih. Pasalnya, uang itu untuk keperluan sewa jasa ojek angkut air.

Kepala Desa Nida Berno Nober menyebutkan ada tiga desa di wilayah Detukeli yang mengalami krisis air bersih. Ketiga desa itu ialah Desa Watunggere, Desa Nida dan Desa Unggu.

“Memang selama sebulan saya sebagai kades disini beberapa bulan kami melakukan kegiatan saya selalu pakai jasa ojek untuk mengangkut air minum di Lowoduli,” ungkap Kades Berno kepada wartawan di Nida, Rabu (29/01/2020).

Jarak dari Nida ke Lowoduli kurang lebih dua kilometer yang dapat ditempuh sekitar dua jam akibat dari kondisi jalan yang kurang memadai. Warga harus mengucurkan Rp 50 ribu untuk sewa ojek.

Upaya ini dilakukan warga setempat akibat dari kemarau panjang selama tahun 2019. Debit mata air yang sering dimanfaatkan ketiga desa tersebut turun drastis.

Kades Berno mengaku sudah menemukan mata air baru dan kini sedang dilakukan proses pembebasan lahan.

Namun begitu, Berno menyatakan bahwa mata air tersebut sangat membutuhkan anggaran besar untuk dapat menyuplai air bersih ke tiga desa.

“Kami juga minta kalau busa pemda supaya bisa alokasikan anggaran untuk air minum. Karena memang butuh anggaran yang besar,” kata Berno.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Desa Nida Ende
Previous ArticleUskup Bogor Hadir dalam Acara Natal Bersama Keluarga Manggarai Bekasi
Next Article Sumber Daya Perairan Harus Dijaga

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Jaksa Agung Ambil Alih Dugaan Korupsi Rp49,8 Miliar di Ende

8 Juli 2026
Terkini

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

Eco-enzyme: Solusi Sederhana Mengolah Limbah Dapur Perkotaan

16 Juli 2026

Dua Wisatawan Asal China Tewas Tenggelam saat Snorkeling di Perairan Pulau Kelor

15 Juli 2026

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.