Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»905 Penumpang KM Tilong Kabila dari Bali dan Bima Tiba di Labuan Bajo
KESEHATAN

905 Penumpang KM Tilong Kabila dari Bali dan Bima Tiba di Labuan Bajo

By Redaksi6 April 20202 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sebanyak 905 penumpang KM Tilong Kabila dari Bali dan Bima tiba di Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar), NTT, Minggu (05/04/2020) (Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Sebanyak 905 penumpang dari Bali dan Bima tiba di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi NTT, Minggu (05/04/2020).

Ke-905 penumpang tiba di Pelabuhan Labuan Bajo dengan menggunakan KM Tilong Kabila sekitar pukul 18.40 Wita.

Kepala Dinas Kesehatan Paulus Mami mengatakan, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat yang terbentuk dalam satuan gugus tugas penanganan Covid-19 sudah siap untuk mendata setiap orang yang datang dari luar Manggarai Barat.

“Khususnya di Manggarai Barat Kami kerja sama dengan KKP, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, sudah ada dalam rencana kapal akan masuk. Sore hari ini dia muat kurang lebih 905 orang penumpang dalam manifes yang ada,” ujar Paulus saat ditemui VoxNtt.com di Pelabuhan Labuan Bajo, Minggu.

Karena itu kata dia, timnya telah menyiapkan diri sejak pukul 17.00 Wita untuk melakukan pendataan.

“Jadi 900 lebih ini akan tercatat dalam data. Kami melihat dari mana asal mereka. Terus kami ambil data juga apakah mereka ini ada batuk ada flu atau ada sesak napas dan suhu badan,” lanjutnya.

Jika ada yang suhunya di atas 38 derajat kata Paulus, petugas akan melakukan screening untuk perawatan lebih lanjut.

“Tetapi jika dia normal, kita tetap karantina rumah selama 14 Hari dan kami akan pantau,” tegasnya.

Paulus mengimbau agar masyarakat tidak perlu cemas terhadap penyakit akibat Covid-19.

“Yang jelas masyarakat harus mengikuti ketentuan yang diatur, baik dari pusat maupun daerah. Tertib artinya jangan kerumun, istirahat tidak boleh begadang kalau ikuti petunjuk dengan baik. Kita menjaga agar daerah kita tetap aman,” tutupnya.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Mabar Manggarai Barat Virus Corona
Previous ArticleAntisipasi Covid-19, Rutan II B Ruteng Hentikan Besukan Langsung WBP
Next Article Antisipasi Covid-19, Rutan Kelas II B Ruteng Bebaskan Puluhan Napi

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.